LANGIT7.ID-Jerman; Harapan petenis Amerika, Taylor Fritz untuk menjadi unggulan empat besar di Wimbledon mendapatkan dorongan signifikan setelah petenis nomor satu AS itu meraih gelar kariernya yang kesembilan di Stuttgart Open, minggu(15/6/2025).
Petenis peringkat tujuh dunia dan unggulan kedua Fritz berhasil mengatasi tantangan dari unggulan utama dan favorit tuan rumah Alexander Zverev di Stuttgart, mengalahkan petenis peringkat tiga dunia dengan skor 6-3, 7-6(0) untuk mengangkat trofi.
Ini merupakan gelar pertama di tahun 2025 bagi petenis Amerika tersebut, yang sempat kesulitan karena cedera perut selama beberapa bulan awal musim ini.
Kemenangan ini juga menjadi respons impresif setelah melewati masa sulit di turnamen tanah liat, yang berujung pada kekalahan di babak pertama French Open.
"Aku sangat senang," kata Fritz, yang telah memenangkan empat dari sembilan gelar ATP-nya di lapangan rumput.
"Sudah kukatakan beberapa kali minggu ini, setelah musim tanah liat yang kurang baik, datang ke sini dan memulai musim rumput dengan sempurna, aku sangat puas dengan permainanku dan senang bisa meraih gelar di sini."
"Aku tidak tahu punya banyak waktu untuk merayakan karena besok ada pertandingan ganda di Queen's, London. Aku harus segera ke sana."
Kemenangan ini memperpanjang keunggulan rekor head-to-head Fritz atas Zverev menjadi 8-5, dengan lima kemenangan beruntun terakhir.
Zverev sempat mengalahkan Fritz di Roma Mei lalu untuk memimpin 5-3 dalam head-to-head, tetapi gagal mengalahkan petenis Amerika itu sejak saat itu.
Pertemuan mereka termasuk kemenangan Fritz di Wimbledon dan US Open, serta di semifinal ATP Finals, yang menjadi pertemuan terakhir sebelum final Stuttgart.
Zverev tetap akan bertahan sebagai petenis peringkat tiga dunia meski kalah, sementara Fritz mendapatkan dorongan peringkat signifikan berhasil tampil hampir sempurna di turnamen ATP 250 ini.
Setelah turun tiga peringkat ke posisi tujuh dunia setelah Roland Garros, Fritz kini naik kembali ke peringkat tertinggi kariernya di posisi empat dunia.
Petenis Amerika itu kini berada di atas Novak Djokovic, Jack Draper, dan Lorenzo Musetti yang sebelumnya berada di atasnya setelah turnamen di Paris.
Dengan Djokovic tidak bermain sampai Wimbledon dan Musetti mengundurkan diri dari Queen's Club, Fritz kini memiliki peluang besar menjadi unggulan empat besar di Grand Slam ketiga tahun ini.
Satu-satunya petenis yang masih bisa mencegah Fritz menjadi unggulan empat besar adalah Draper, yang akan turun dua peringkat ke posisi enam dunia pada Senin setelah tidak mempertahankan gelar Stuttgart Open-nya.
Pada Senin, Fritz akan mengantongi 4.735 poin, sementara Draper memiliki 4.550 poin.
Kedua petenis akan mempertahankan poin perempatfinalis di Queen's minggu ini, meski Fritz memiliki keunggulan signifikan dalam perebutan posisi empat besar di peringkat ATP 23 Juni 2025.
Petenis Amerika itu bisa memastikan posisi empat besar hanya dengan menyamai hasil Draper, atau berharap petenis Inggris itu tidak tampil jauh lebih baik.
Draper dan Fritz masing-masing adalah unggulan kedua dan ketiga, dan bisa bertemu di semifinal turnamen ATP 500 tersebut.
Queen's ClubSementara itu, petenis kualifikasi Jerman Tatjana Maria kalahkan Amanda Anisimova AS untuk raih gelar bersejarah di queen's club, London, minggu (15/6/2025).
Petenis kualifikasi Jerman Tatjana Maria menjadi juara wanita pertama di Queen's Club dalam 52 tahun setelah mengalahkan Amanda Anisimova dari AS dalam final dua set langsung.
Maria meraih kemenangan 6-3 6-4 dalam satu jam 24 menit di HSBC Championships melawan unggulan kedelapan untuk meraih gelar terbesar dalam kariernya.
Petenis berusia 37 tahun itu mengalahkan juara Australian Open Madison Keys, juara Wimbledon 2022 Elena Rybakina, dan Karolina Muchova dalam perjalanannya ke gelar.
Mantan semifinalis Wimbledon ini kini menjadi juara WTA 500 tertua sepanjang sejarah. (*/saf/tennis365/skysport)
(lam)