LANGIT7.ID–Bekasi; Suara solidaritas untuk Palestina menggema dalam sambutan Direktur Utama RS Ridhoka Salma, Hj. Roziana Ghani, di hadapan Bupati Bekasi, para tokoh ulama, serta masyarakat yang hadir dalam sebuah acara Aksi Bela Palestitna. Di podium kehormatan, Bu Ghani dengan lantang menyampaikan seruan kemanusiaan yang menggugah hati, mengangkat penderitaan rakyat Palestina sejak agresi brutal pada 7 Oktober 2023.
“Sejak 7 Oktober, genosida Palestina telah merenggut 55.199 syuhada, dengan hampir 1,2 juta warga kini menjadi pengungsi,” tegas Bu Ghani, dikutip Senin (16/6/2025).
Ia juga mengungkapkan bahwa 133.911 perempuan dan anak-anak mengalami luka serius, sementara sistem kesehatan Gaza nyaris lumpuh total.
Baca juga: RS Ridhoka Salma Serukan Aksi Bela Palestina Jilid 3 di Bekasi, Warga Diminta Hadir Bareng Keluarga!Menurut laporan resmi Kementerian Kesehatan Gaza per 11 Juni, sebanyak 36 rumah sakit hancur atau tidak lagi beroperasi. Bahkan, 59% alat medis sudah habis di gudang, dan 36% obat-obatan esensial tidak tersedia. “Ratusan pasien tidak lagi mendapatkan pengobatan. Ini bukan krisis biasa, ini bencana kemanusiaan global,” ucap Bu Ghani penuh semangat.
Bu Ghani juga menyebut bahwa lebih dari 182.000 warga Palestina menjadi korban luka, sebagian besar perempuan dan anak-anak. Dari jumlah tersebut, 11.000 orang dilaporkan hilang. “Gaza kini jadi ladang penderitaan, dan dunia terlalu banyak diam,” ujarnya.
Dalam pidato emosionalnya, ia membangkitkan semangat peserta dengan pekikan takbir dan seruan, “Free free Palestine!” Ia mengajak seluruh masyarakat, khususnya kaum perempuan, untuk mengambil peran melalui empat aksi utama: berdoa, edukasi, donasi, dan boikot produk pendukung Israel.
“Gunakan hati nurani. Anak-anak di Gaza menderita kekurangan gizi, lebih dari 16.500 terancam amputasi. 50.000 wanita menyusui berada dalam kondisi gawat,” ungkapnya. Ia menambahkan bahwa 1.400 tenaga medis telah gugur sebagai syuhada, sementara 360 lainnya ditawan Israel.
Bu Ghani menutup dengan mengingatkan pentingnya Surat Al-Isra ayat 1 dan amanat konstitusi Indonesia tentang kemerdekaan sebagai hak segala bangsa. Ia juga mengutip pesan Presiden Soekarno yang menegaskan dukungan penuh terhadap kemerdekaan Palestina.
“Jangan diam. Diam berarti membiarkan pembantaian terus berlangsung,” serunya. “Kita adalah umat Rasulullah yang terus berjuang hingga Palestina merdeka!”
(lam)