LANGIT7.ID-, Bandung - - Sebuah video berisi rekaman aksi walkout dilakukan Wakil Ketua DPR RI
Cucun Ahmad Syamsurijal saat pelantikan Rektor
Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) berlangsung, menjadi viral. Cucun menyatakan kecewa lantaran prosesi yang sakral itu disisipkan kata-kata dalam bahasa Inggris, bukan bahasa Indonesia.
Video tersebut adalah momen pengambilan sumpah/janji jabatan oleh Rektor UPI Periode 2025, Prof Dr. Didi Sukyadi, M.A. Diantara pengucapan sumpah, ada istilah Bahasa Inggris, yaitu:
"Bahwa saya akan menghindarkan diri dari perbuatan tercela serta menjunjung tinggi prinsip
values for value, full commitment no conspiracy, dan defender integrity," ucap Didi saat dilantik Ketua Majelis Wali Amanat (MWA) UPI, Nanan Soekarna, dalam rekaman tersebut.
Mendengar hal tersebut, Cucun Ahmad Syamsurijal pun merasa tidak terima dan memutuskan walkout. Menurutnya, tindakan tersebut dinilai sebagai bentuk pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2009 tentang Bendera, Bahasa, dan Lambang Negara serta Lagu Kebangsaan.
Cucun mengatakan, Ia akan mendesak Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) untuk mengevaluasi kejadian tersebut dan memberikan pembinaan kepada UPI agar kejadian serupa tidak terulang.
"Saya akan menyampaikan hal ini secara resmi dalam rapat DPR bersama Kemendiktisaintek. Ini bukan sekadar insiden, tapi mencerminkan lemahnya kesadaran berbahasa negara di institusi akademik," ungkapnya, dikutip dari Kumparan.
Sontak video ini pun mengundang reaksi warganet yang kebanyakan mendukung Tindakan yang diambil Cucun.
"Kali ini saya setuju dengan DPR," tulis seorang warganet.
"Apapun itu Namanya mau slogan atau apa?? Pertanyaannya jelek kah bahasa Indonesia? Sehingga harus disisipi Bahasa asing dalam pelantikan rector? Terus terang saya bodoh tidak mengenyam bangku universitas karena mahal..tapi saya tidak setuju dengan iai sumpah jabatan yang mengandung Bahasa asing.." tulis warganet lainnya.
"Lahh kenapa TDK pakai Bahasa Indonesia dalam Sumpah Jabatan ya???""Malu atau gimana pakai Bahasa Indonesia?""Ini masalah etis coy, dalam etis kenegaraan Waktu acara bersifat local/nasional harusnya pakai bahawa nasional. kalaupun acara tersebut bersifat internasional pasti bakal mengunakan 2 bahasa yang diterjemahkan,"Namun begitu, ada juga warganet yang menilai reaksi Cucun terlalu berlebihan.
"Gimmick2 yang gk perlu," tulis seorang warganet.
"Gpp asal jgn kaya pejabat yang sumpahnya full Bahasa Indo tp banyak yg korup melanggar sumpah,"(lsi)