LANGIT7.ID-Wakil Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Taj Yasin memberikan apresiasi dan mendorong Kabupaten Grobgan sebagai sentra jagung nasional.
Hal itu disampaikannya seusai menghadiri acara Haflah Khotmil Qur’an ke-4 dan Haul Masyayikh di Pondok Pesantren Asy-Syafi’iyyah, Desa Brabo, Kecamatan Tanggungharjo, Kabupaten Grobogan, Kamis (26/6/2025).
Taj Yasin mengatakan, Kabupaten Grobogan merupakan daerah strategis penghasil jagung dan kedelai yang perlu terus didorong.
Untuk itu, pihaknya terus berkoordinasi dengan pemerintah pusat, agar memperkuat Kabupaten Grobogan sebagai sentra produksi jagung.
“Beberapa minggu lalu kita bertemu pemerintah pusat. Kita ingin mendorong jagung, dan Grobogan ini termasuk unggulan. Kita juga harus koordinasi antarprovinsi,” ujarnya dikutip jatengprov.go.id.
Tak hanya jagung, Taj Yasin juga menyoroti potensi kedelai di Grobogan yang dulu sempat terkenal.
“Saya masih ingat waktu masih di DPRD, saya kunjungan ke Grobogan, kedelainya itu kualitasnya lebih bagus dari kedelai Amerika. Nah ini harus kita hidupkan lagi,” tegasnya.
Di tengah isu global seperti perang negara-negara timur tengah dan perlambatan ekonomi dunia, wagub menyebut, ketahanan pangan sebagai ujian nyata.
“Kalau kita nggak mau terdampak terlalu kuat, ya harus perkuat pangan lokal. Sesuai arahan bapak presiden,” tegas sosok yang akrab disapa Gus Yasin ini.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Jateng yang dirilis pada Maret 2025, luas panen jagung di Jateng pada 2024 mencapai 0,41 juta hektare, atau mengalami peningkatan sebesar 0,04 juta hektare (11,13 persen) dibanding 2023.
Sejalan dengan luas panen, produksi jagung pipilan kering dengan kadar air 14 persen pada 2024 mencapai 2,43 juta ton, atau mengalami peningkatan sebanyak 0,25 juta ton (11,59 persen) dibanding 2023.
Produksi jagung 2024 tersebut, menempatkan Jateng sebagai provinsi dengan produksi jagung terbesar kedua secara nasional, setelah Jawa Timur.
(hbd)