Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Sabtu, 02 Mei 2026
home wirausaha syariah detail berita

Sukuk Kurang Diminati karena Rendahnya Literasi dan Minim Inovasi

tim langit 7 Kamis, 03 Juli 2025 - 07:18 WIB
Sukuk Kurang Diminati karena Rendahnya Literasi dan Minim Inovasi
ilustrasi
LANGIT7.ID-, Surabaya- - Pasar sukuk negara Indonesia tengah menghadapi tantangan pelik. Meski pemerintah terus menggembar-gemborkan penguatan ekonomi syariah sebagai pilar pembangunan berkelanjutan, sinyal kekhawatiran justru datang dari sisi investor.

Menurut pakar ekonomi dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Airlangga (FEB Unair), Prof Dr Rossanto Dwi Handoyo Ph D, situasi ini menandakan adanya perubahan pola pikir investor.

“Daya tarik sukuk mulai tergerus bukan karena instrumennya buruk, tetapi karena investor semakin rasional dan memiliki banyak pilihan lain,” ujarnya.

Penurunan ini tidak terjadi dalam ruang hampa. Gejolak geopolitik, perlambatan ekonomi negara mitra dagang utama, serta fluktuasi harga komoditas seperti minyak dan emas membuat investor lebih berhati-hati. Di saat yang sama, aset seperti properti dan instrumen digital seperti kripto makin dilirik, terutama oleh generasi muda.

“Persaingan antar instrumen keuangan saat ini sangat agresif. Investor makin oportunis dan cepat berpindah,” tambah Prof Rossanto.

Baca juga:BSI Luncurkan Sukuk Sustainability Rp5 Triliun, Fokus ke UMKM dan Pembiayaan Hijau

Secara teori, tren penurunan suku bunga seharusnya menguntungkan pasar sukuk sebagai instrumen pendapatan tetap. Namun kenyataannya, preferensi pasar justru mengalir ke produk-produk yang dinilai lebih likuid dan fleksibel.

Literasi keuangan syariah yang masih rendah, khususnya di kalangan generasi Z. Survei terbaru menunjukkan bahwa literasi keuangan syariah generasi muda baru mencapai 39 persen, meski mereka menyumbang hampir 11 persen dari total investor Surat Berharga Negara (SBN) ritel.

“Kalau tidak ada pendekatan edukatif yang relevan, generasi muda akan terus menjauhi sukuk. Kita tidak bisa menyampaikan literasi dengan cara-cara lama. Sayangnya, promosi sukuk masih terlalu formal dan belum menyentuh platform yang mereka gunakan sehari-hari seperti TikTok, YouTube, atau Instagram. Di sinilah gap besar itu bermula,” tegas Prof. Rossanto.
Solusi

Melihat kondisi ini, Prof Rossanto menyarankan pemerintah perlu segera bertindak agar pasar sukuk tetap kompetitif. Edukasi keuangan syariah harus dikemas lebih segar dan menjangkau platform digital yang digemari anak muda, seperti media sosial dan komunitas kreatif.

Selain itu, transparansi penggunaan dana perlu diperkuat agar investor tahu dampak sosial dari investasinya. Inovasi produk juga penting mulai dari green sukuk, sukuk wakaf, hingga sukuk pendidikan agar sukuk lebih relevan dan menarik bagi investor yang peduli nilai dan kebermanfaatan

(ori)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Sabtu 02 Mei 2026
Imsak
04:26
Shubuh
04:36
Dhuhur
11:53
Ashar
15:14
Maghrib
17:49
Isya
19:00
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Ikhlas:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ هُوَ اللّٰهُ اَحَدٌۚ
Katakanlah (Muhammad), “Dialah Allah, Yang Maha Esa.
QS. Al-Ikhlas:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)