LANGIT7.ID-London; Iga Swiatek dan Jannik Sinner baru saja menyelesaikan sanksi doping singkat yang kontroversial—dan kini memenangkan gelar tunggal putri dan putra Wimbledon 2025.
Di Wimbledon 2025, Swiatek menghancurkan Amanda Anisimova dengan double bagel (6-0, 6-0) di final putri, sementara Sinner mengalahkan Carlos Alcaraz di partai puncak putra. Swiatek menjalani hukuman satu bulan akibat tes doping gagal, sedangkan Sinner kembali bermain Mei lalu setelah sanksi tiga bulan—dan langsung mencapai final Prancis Terbuka.
Bintang Australia Nick Kyrgios menyoroti situasi ini dengan kritik pedas: "Pada akhirnya, keputusan sudah dibuat dan ini masa lalu. Tapi apakah citra tenis baik ketika Swiatek dan Sinner bisa tampil di final Wimbledon usai menjalani sanksi? Menurutku tidak."
"Banyak yang mungkin setuju. Tapi aku tak akan bahas itu [saat komentator] di final. Mereka memang bermain luar biasa. Sinner menjalani hukuman—apa aku setuju? Tidak. Tapi dia kembali dan tampil brilian. Dia bahkan terlihat lebih baik setelah masa sanksi, yang tetap mengesankan, terlepas dari alasan hukumannya," tambahnya.
Kasus Doping Sinner & Swiatek- Sinner gagal dua tes doping karena clostebol (zat terlarang). Awalnya, tribunal independen menerima pembelaannya soal kontaminasi tak disengaja, tetapi Badan Anti-Doping Dunia (WADA) banding. Februari 2025, Sinner dan WADA sepakat pada sanksi tiga bulan sebelum putusan CAS.
- Swiatek positif trimetazidine (zat terlarang) dalam sampel out-of-competition. Dia mengaku zat itu terkandung dalam melatonin non-resep yang dikonsumsinya. Hukumannya hanya satu bulan.
Sinner Gagalkan Alcaraz Tiru Rekor FedererSinner membalas kekalahan di Prancis Terbuka dengan mengalahkan Alcaraz 4-6, 6-4, 6-4, 6-4 di final Wimbledon, meraih gelar Grand Slam keempatnya. Kekalahan ini memutus peluang Alcaraz menyamai rekor Roger Federer (menang 7 final Grand Slam pertamanya)—Alcaraz kini memegang 5 gelar dari 6 partai puncak.
Dalam konferensi pers, Alcaraz justru memuji rivalitasnya dengan Sinner: "Aku sangat senang memiliki rivalitas ini. Ini bagus untuk kami dan tenis. Setiap kali kami bertanding, level kami sangat tinggi—jarang ada pemain lain yang bisa bermain seperti ini."
"Rivalitas ini semakin hebat karena kami sering bertemu di final Grand Slam atau Masters. Ini akan makin seru. Aku bersyukur karena ini memaksaku terus berlatih lebih keras untuk mengimbangi Sinner," ungkapnya.
Catatan Grand Slam- Alcaraz masih unggul 5 gelar berbanding 4 Sinner.
- Sinner: Juara Australia Terbuka (2024, 2025), AS Terbuka (2024), dan kini Wimbledon 2025.
Analisis:
- Kyrgios menyoroti ironi dua juara Wimbledon yang baru saja "bersih" dari sanksi doping, meski tetap mengakui performa mereka.
- Kasus Sinner dan Swiatek memicu pertanyaan tentang konsistensi sanksi doping di tenis—khususnya untuk atlet top.
- Rivalitas Sinner vs. Alcaraz diprediksi akan mendominasi tenis pria, mirip era Federer-Nadal-Djokovic.(*/saf/thehindustantimes)
(lam)