Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Selasa, 21 April 2026
home edukasi & pesantren detail berita

Menag Sebut Pesantren Layak Jadi Pelopor Ekoteologi dalam Pendidikan Islam

tim langit 7 Jum'at, 18 Juli 2025 - 17:35 WIB
Menag Sebut Pesantren Layak Jadi Pelopor Ekoteologi dalam Pendidikan Islam
LANGIT7.ID–Surabaya; Menteri Agama Nasaruddin Umar menilai pesantren memiliki potensi besar untuk memimpin penerapan pendekatan ekoteologi dalam pendidikan Islam di Indonesia. Hal itu ia sampaikan saat menjadi narasumber dalam kegiatan Pendidikan Pengembangan Wawasan Keulamaan (PPWK) yang digelar Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) di Yayasan Pondok Pesantren Miftachussunnah, Surabaya, Kamis (17/7).

Menurut Menag, ekoteologi adalah pendekatan keagamaan yang peduli pada pelestarian lingkungan hidup. Ia menegaskan bahwa pesantren memiliki kekuatan tersendiri untuk menjadi pelopor dalam pengembangan pendekatan tersebut karena selaras dengan nilai-nilai pendidikan yang telah lama diterapkan di lingkungan pesantren.

“Ekoteologi dan Kurikulum Cinta harus menjadi bagian dari narasi besar pendidikan pesantren. Inilah yang akan menjadikan pesantren sebagai agen perubahan yang mampu menjawab tantangan masa depan dengan nilai-nilai luhur,” ujar dia dalam keterangannya, Jumat (18/7/2025).

Dalam kesempatan yang sama, Menag juga memperkenalkan dua pendekatan baru pendidikan keagamaan yang saat ini tengah dikembangkan oleh Kementerian Agama, yaitu Ekoteologi dan Kurikulum Cinta. Ia menjelaskan bahwa selain ekoteologi, Kurikulum Cinta merupakan pendekatan yang menanamkan nilai-nilai kasih sayang, empati, dan toleransi dalam proses pembelajaran.

“Pesantren punya keistimewaan karena mengajarkan kontemplasi—kemampuan merenung secara mendalam, memahami makna hidup, dan menjawab persoalan dengan hikmah. Ini sesuatu yang langka dalam sistem pendidikan modern,” ujarnya.

Ia menyebut pesantren sebagai ekosistem pendidikan unggul yang mampu memadukan dimensi keilmuan, spiritualitas, dan pengabdian kepada masyarakat. Karena itu, Menag menekankan pentingnya menjaga tradisi pesantren sebagai fondasi dalam mencetak ulama yang tidak hanya alim secara keagamaan, tetapi juga peka terhadap dinamika sosial.

Hadir dalam kegiatan tersebut Rais ‘Aam PBNU K.H. Miftachul Akhyar, Ketua Umum PBNU K.H. Yahya Cholil Staquf, serta para ulama dari berbagai wilayah di Indonesia. Kehadiran Menag di forum PPWK ini menjadi momentum penting dalam mendorong pesantren untuk memainkan peran strategis dalam pengembangan narasi keagamaan yang lebih kontekstual dan ramah lingkungan.

(lam)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Selasa 21 April 2026
Imsak
04:27
Shubuh
04:37
Dhuhur
11:55
Ashar
15:14
Maghrib
17:53
Isya
19:02
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Jumu'ah:8 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ اِنَّ الْمَوْتَ الَّذِيْ تَفِرُّوْنَ مِنْهُ فَاِنَّهٗ مُلٰقِيْكُمْ ثُمَّ تُرَدُّوْنَ اِلٰى عَالِمِ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ فَيُنَبِّئُكُمْ بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُوْنَ ࣖ
Katakanlah, “Sesungguhnya kematian yang kamu lari dari padanya, ia pasti menemui kamu, kemudian kamu akan dikembalikan kepada (Allah), yang mengetahui yang gaib dan yang nyata, lalu Dia beritakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.”
QS. Al-Jumu'ah:8 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)