LANGIT7.ID-Jakarta; Ketua Umum PSSI Erick Thohir menilai bahwa langkah naturalisasi pemain untuk Timnas Indonesia senior bukanlah hal yang perlu dipermasalahkan, terutama jika melihat strategi negara-negara lain seperti Uni Emirat Arab (UEA), Qatar, dan Maroko.
"Jadi kembali, kalau senior ya memang gimana? UEA mempunyai delapan pemain Brasil. Coba cek. Qatar, memang orang Qatar? Maroko," tutur Erick Thohir, dilansir dari YouTube Liputan6.
Namun demikian, ia mengingatkan bahwa kebijakan tersebut tidak boleh mematikan pembinaan pemain muda dan regenerasi talenta di dalam negeri.
"Tapi, tanpa membunuh regenerasi talent pool," ujar dia.
Lebih lanjut, Erick Thohir juga mengomentari persepsi publik terkait status beberapa pemain diaspora di tim nasional kelompok usia. Ia menegaskan bahwa sejumlah pemain yang dianggap naturalisasi sejatinya adalah Warga Negara Indonesia (WNI).
"Kadang-kadang lupa, dibilang Mathew Baker naturalisasi. Bukan, Baker berpaspor Indonesia dan kita bangga. Bangga dia bermain di tim senior klubnya," ucap Erick.
Mathew Baker diketahui merupakan bek Melbourne City di Australia dan membela timnas U-20, setelah sebelumnya tampil di timnas U-17. Contoh lain adalah Welber Jardim, gelandang Sao Paulo di Brasil, yang merupakan rekan setim seangkatan Baker di timnas U-20.
"Di timnas U-20, Jardim, bapaknya dulu bermain di Indonesia. Ibunya orang Indonesia. Jadi mempunyai paspor Indonesia," ujar dia.
Selain mereka, Erick juga menyebut nama Jens Raven yang bersedia memperkuat Garuda Muda.
"Jens Raven, ya kebetulan dia mau, ya kan?" ujar dia.
Terkait Timnas senior, Erick menilai pendekatan cepat melalui pemain naturalisasi menjadi solusi jangka pendek yang relevan dengan momentum yang ada.
"Untuk timnas senior, kita quick win? Kenapa? Ya kebetulan momentumnya dapat. Iya kan? Momentumnya dapat, gitu," ujar Erick.
Namun ia menegaskan bahwa pembangunan tim nasional tidak akan terus-menerus mengandalkan pemain naturalisasi, terutama di level U-17 dan U-20, karena hal itu bisa mematikan proses pembinaan di level bawah.
(lam)