LANGIT7.ID-New York; Petenis no 2 Carlos Alcaraz benar benar bikin sensasi di US Open. Saat tampil di babak pertama ia tampil dengan rambut plontos yang langsung bikin penonton yg memenuhi stadion dibuat tepuk tangan menyambut kedatangan peraih 6 grand slam ini saat memasuki lapangan.
Gaya rambut buzzcut barunya yang mencolok pada hari Senin, langsung ramai diperbincangkan di media sosial. Namun, di lapangan, unggulan kedua ini tetap bermain seperti biasa untuk memenangkan pertandingan babak pertama di US Open.
Dengan mengenakan atasan tanpa lengan berwarna burgundi, petenis Spanyol itu mengalahkan petenis Amerika Reilly Opelka yang andal dalam servis, dengan skor 6-4, 7-5, 6-4. Kemenangan ini mengawali kampanyenya di Flushing Meadows, tempat Alcaraz berburu gelar US Open keduanya dan trofi major keenamnya sepanjang karier.
"Hari ini benar-benar pertandingan sulit melawan pemain yang hebat," ujar Alcaraz dalam wawancara di lapangan. "Dengan servisnya Reilly, saya sulit mendapatkan ritme yang diinginkan dalam pertandingan, tapi saya sangat senang dengan semua yang telah saya lakukan hari ini. Pengembalian bola adalah salah satu hal terbaik yang saya tampilkan, lalu saya berusaha menampilkan tenis terbaik dan tetap fokus pada servis. Secara keseluruhan, performa saya hari ini cukup bagus."
Berkat kemenangan ini, Alcaraz tetap mempertahankan peluang dalam perebutan gelar World No. 1. Jika petenis Spanyol ini mampu menyamai atau melampaui hasil yang dicapai Jannik Sinner, Alcaraz akan meninggalkan New York sebagai pemuncak PIF ATP Rankings.
![Tampil Plontos, Carlos Alcaraz Tumbangkan Opelka Yang Punya Service Gledek di Babak Pertama US Open]()
Alcaraz dan rivalnya Sinner berpotensi bertemu di partai final yang memperebutkan dua hadiah sekaligus: trofi US Open dan gelar World No. 1. Namun, mengingat masih banyaknya pertandingan di major terakhir musim ini, perhatian Alcaraz pertama-tama akan tertuju pada pemain Italia lainnya, yaitu lawan di babak kedua, Mattia Bellucci. Alcaraz berharap tidak terulang kembali kekalahannya yang mengejutkan di babak kedua tahun lalu, saat ia ditundukkan Botic van de Zandschulp dalam tiga set langsung.
Opelka, yang pernah berada di peringkat 17 dunia, tampil dengan pendekatan berani melalui servis yang memukau dan pukulan keras di awal rally untuk mengendalikan permainan dan mengacaukan ritme permainan Alcaraz. Namun, konsistensi Alcaraz dari garis baseline memungkinkan juara 2022 itu bertahan dari tekanan dan akhirnya mengalahkan petenis Amerika setinggi 2,11 meter tersebut. Alcaraz menciptakan 11 peluang break dan memanfaatkan tiga di antaranya. Ia menyelesaikan pertandingan selama dua jam lima menit tepat sebelum tengah malam waktu New York.
"Kamu merasa tidak ada yang bisa dikendalikan sendiri, semuanya tergantung pada dirinya dan cara ia melakukan servis, cara ia bermain dari baseline," kata Alcaraz mengenai tantangan menghadapi Opelka. "Kamu hanya harus tetap fokus, mengembalikan bola sebanyak mungkin, berusaha bertahan dalam rally dan memenangkan poin saat diberi kesempatan bermain dari baseline. Sangat sulit bermain melawan seseorang yang tidak memberimu kesempatan untuk memainkan gayamu sendiri."
Menurut Infosys ATP Win/Loss Index, Alcaraz memimpin dengan 55 kemenangan dan enam gelar musim ini. Senin lalu, petenis berusia 22 tahun itu meraih gelar Cincinnati Open pertamanya.
Dalam laga sebelumnya, petenis Norwegia Casper Ruud, yang dikalahkan Alcaraz di final 2022, melaju ke babak berikutnya setelah mengalahkan petenis Austria Sebastian Ofner dengan skor 6-1, 6-2, 7-6(5).
Petenis tuan rumah Frances Tiafoe memulai kampanyenya dengan mengalahkan Yoshihito Nishioka 6-3, 7-6(6), 6-3. Unggulan kesembilan Karen Khachanov mengatasi wild card #NextGenATP Nishesh Basavareddy 6-7(5), 6-3, 7-5, 6-1, sementara unggulan ke-15 Andrey Rublev mengalahkan Dino Prizmic 6-4, 6-4, 6-4.(*/saf/atptour)
(lam)