LANGIT7.ID-Jakarta; Rapat kerja evaluasi penyelenggaraan haji 2025 antara Kementerian Agama dan Komisi VIII DPR RI di Senayan, Jakarta, pada Rabu (27/8/2025) menyoroti data terbaru mengenai pengalaman jemaah di Tanah Suci. Menteri Agama Nasaruddin Umar menyampaikan bahwa hasil survei Biro Pusat Statistik menunjukkan kepuasan jemaah tahun ini mencapai 88,46 persen. Angka tersebut meningkat cukup signifikan dibandingkan 82,2 persen pada musim haji 2024.
“Secara umum penyelenggaraan ibadah haji tahun ini berjalan dengan baik dan lancar dan data yang kami peroleh dari Biro Pusat Statistik Alhamdulillah tingkat kepuasan jemaah tahun ini meningkat dari tahun lalu 82,2 dan sekarang menjadi 88,46 (persen),” ungkap Nasaruddin.
Selain data BPS, Menag menyebutkan temuan serupa juga datang dari lembaga swadaya masyarakat dan pemerintah daerah. Bahkan laporan dari Sumatera Barat memperlihatkan pola kepuasan jemaah yang konsisten lebih tinggi daripada tahun sebelumnya. “Juga ada LSM dan juga pemerintah Gubernur kemarin Sumatera Barat juga menemukan angka yang sama, bahwa tingkat kepuasan jamaah tahun ini lebih tinggi daripada tahun sebelumnya,” tambahnya.
Namun demikian, capaian positif itu tidak lepas dari sejumlah catatan penting. Nasaruddin menyoroti masih adanya hambatan, terutama terkait keterlambatan syarikah dalam menangani jemaah yang tersebar di berbagai kloter. Situasi ini diperburuk oleh fakta bahwa masih ada visa yang belum selesai saat keberangkatan awal sehingga pengelompokan jemaah menjadi tidak sesuai rencana.
“Salah satu kendala utama keterlambatan, syarikat tidak mengetahui keberadaan jemaah karena jemaah datang melalui kloter-kloter yang isinya campur berbagai syarikat dan ditempatkan di hotel-hotel yang bukan peruntukannya,” ujarnya.
Untuk mengatasi situasi tersebut, Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) di Arab Saudi membentuk tim khusus yang berfokus pada distribusi kartu nusuk. Tim lintas fungsi ini bergerak cepat dengan koordinasi bersama ketua kloter dan pihak syarikah agar distribusi kartu dapat selesai sebelum puncak ibadah di Armuzna.
Sebagai langkah penanganan, PPIH di Arab Saudi segera membentuk tim khusus yang fokus mempercepat distribusi dan aktivasi kartu nusuk. Tim gabungan ini menjalankan tugas tanpa henti, siang hingga malam, sambil menjaga komunikasi intensif dengan para ketua kloter dan pihak syarikah. Upaya tersebut membuahkan hasil karena sebelum puncak ibadah di Armuzna seluruh kartu sudah tersalurkan dengan lancar.
(lam)