LANGIT7.ID-New York; Petenis Italia unggulan teratas, Jannik Sinner, membuktikan alasan dirinya adalah juara bertahan dengan menampilkan performa yang dominan untuk mengalahkan petenis Australia Alexei Popyrin dengan skor 6-3, 6-2, 6-2 pada babak kedua AS Open, Kamis.
Kemenangan ini merupakan pernyataan niatnya saat Sinner melanjutkan upayanya mempertahankan gelar dan menambah daftar prestasinya yang terus bertambah. Pertandingan tersebut menjadi ajang adu kelas dengan agresi yang terkendali dari Sinner, yang mencetak 26 pemenangan (winner) dan enam ace sambil menjaga jumlah kesalahan tanpa paksaan (unforced error) hanya pada angka 20.
Performa Sinner pada poin-poin break menjadi faktor penentu, di mana ia memanfaatkan kelima peluang poin break yang didapatnya. Lawannya, Popyrin, tidak berhasil memecahkan servis Sinner sama sekali sepanjang pertandingan.
Servis Sinner yang EfektifAngka-angka lain yang menunjukkan betapa ketatnya pertandingan ini: Alexei Popyrin, yang juga melakukan 20 kesalahan tanpa paksaan, datang dengan 22 pemenangan yang solid. Namun, Sinner sangat efektif dalam servisnya, memenangkan 80% poin dari servis pertama dan 60% poin dari servis keduanya.
Popyrin, yang tahun lalu mengalahkan juara bertahan Novak Djokovic di babak ketiga AS Open, menargetkan untuk menjadi pria pertama di Era Terbuka yang mengalahkan juara bertahan di AS Open dalam dua tahun berturut-turut. Namun, ia tidak menemukan cara untuk menantang petenis Italia yang sedang dalam bentuk terbaiknya.
Pertandingan ini juga menjadi momen penebusan bagi Sinner, yang sebelumnya memiliki catatan head-to-head 0-1 melawan Popyrin sebelum turnamen ini (Babak 32 Besar Madrid Masters 2021, 7-6(5), 6-2). Dengan kemenangan ini, petenis Italia berusia 23 tahun itu meningkatkan catatan mengagumkannya melawan pemain peringkat di luar 20 besar sejak awal musim 2024 menjadi 66-3.
Kemenangan ini memperpanjang rekor kemenangan beruntunnya di lapangan keras pada level Grand Slam menjadi 22 pertandingan. Kekalahan terakhirnya datang dari Alexander Zverev di babak keempat AS Open 2023.
Sinner kini memiliki rekor 21-1 di Grand Slam tahun ini. Satu-satunya kekalahannya adalah dari Carlos Alcaraz di final Roland Garros, sebuah pertandingan di mana ia sempat memegang tiga poin kejuaraan. Sinner juga sedang dalam jalur untuk menjadi pria kedua dalam sejarah yang memenangkan Australian Open dan AS Open secara berturut-turut, sebuah prestasi yang terakhir diraih oleh Roger Federer pada 2006-2007.
Sinner selanjutnya akan menghadapi unggulan ke-27, petenis Kanada Denis Shapovalov, yang mengalahkan petenis wildcard Prancis Valentin Royer dengan skor 7-6(6), 3-6, 7-6(4), 6-3 untuk melaju ke babak ketiga.
Hasil babak kedua lainnya:· Nuno Borges vs. Tommy Paul
· Alexander Zverev vs. Jacob Fearnley
· Shintaro Mochizuki vs. Alex De Minaur
· Stefanos Tsitsipas vs. Daniel Altmaier
· Roman Safiullin vs. Felix Auger-Aliassime
· Alexander Bublik vs. Tristan Schoolkate
· Gabriel Diallo vs. Jaume Munar(*/saf/tennismajors)
(lam)