LANGIT7.ID-Denpasar; Menteri Kebudayaan Republik Indonesia, Fadli Zon, lakukan pertemuan bilateral dengan Republik Islam Iran dalam gelaran CHANDI 2025. Berlangsung di The Meru Sanur, Menbud Fadli Zon sampaikan peluang kerja sama kedua negara dalam penerjemahan sastra, kaligrafi, pertukaran pemuda dan tenaga akademisi, pameran fotografi, dan festival film. Pertemuan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat kerja sama Indonesia dengan Iran yang memiliki catatan sejarah dan budaya yang kuat.
Menbud Fadli Zon menyambut dengan hangat kehadiran para delegasi yang dikepalai oleh Staf Ahli Menteri Warisan Budaya, Pariwisata, dan Kerajinan Tangan, Hojatollah Ayoubi. “Terima kasih atas kehadiran delegasi dari Republik Islam Iran, ini juga menegaskan hubungan diplomasi Indonesia dan Iran yang telah berlangsung selama 75 tahun,” jelasnya dalam keterangan resmi, Rabu (3/9/2025).
Staf Ahli Menteri Warisan Budaya, Pariwisata, dan Kerajinan Tangan Republik Islam Iran, Hojatollah Ayoubi, juga menyampaikan apresiasi atas penyelenggaraan CHANDI sebagai forum dialog budaya internasional pertama yang digagas Indonesia melalui Kementerian Kebudayaan.
Baca juga: Menbud RI Sambut Delegasi CHANDI 2025 di Bali, Tekankan Diplomasi Budaya untuk Perdamaian dan Masa Depan“Kami senang akhirnya berkesempatan hadir di Indonesia. Dulu kita sering berbicara tentang sektor ekonomi, kini kita berbicara tentang kebudayaan, seni, sejarah, dan peradaban yang menjadi kekuatan kita bersama,” tuturnya.
Lebih lanjut, Indonesia dan Iran menegaskan kembali pentingnya pelaksanaan
Cultural Cooperation Agreement yang telah lama menjadi fondasi hubungan kebudayaan kedua negara. Perjanjian kerja sama kebudayaan ini pertama kali ditandatangani tahun 1970 dan secara konsisten diperbarui, dengan pembaruan terbaru berupa
Agreement on Cultural Exchange Program between Iran and Indonesia (2023-2026).
Iran menyoroti potensi kolaborasi di berbagai bidang, mulai dari industri perfilman, pameran kaligrafi, pertukaran profesor dan pelajar, hingga restorasi warisan budaya. “Industri sinema Iran dikenal secara global karena karakternya yang puitis. Kami terbuka untuk kolaborasi produksi bersama dengan sutradara dan produser Indonesia. Selain itu, orkestra kami juga dapat menjadi ruang kerja sama dalam mempererat hubungan,” tambahnya.
Baca juga: Kementerian Kebudayaan Gandeng Perguruan Tinggi Susun Strategi Sarana Prasarana Budaya NasionalMenbud Fadli Zon menyambut baik gagasan tersebut dengan menekankan pentingnya hubungan antara masyarakat (
people connection). “Saya sendiri telah lima kali berkunjung ke Iran dan menyaksikan betapa indah serta peradaban di sana. Karena itu, sangat penting bagi kita untuk saling mengenal budaya masing-masing, hingga kemungkinan nominasi bersama ke UNESCO,” tuai Menbud.
Kedua negara memiliki keterhubungan budaya yang kuat, salah satunya mengenai tradisi
Iftar, yakni tradisi berbuka puasa di bulan Ramadan yang dilakukan bersama-sama dengan jamuan khas. “Selain berkolaborasi dalam pelestarian warisan budaya, kita juga memiliki tradisi
Iftar yang menarik untuk ditindaklanjuti dalam nominasi bersama UNESCO.”
Tak hanya itu, Direktur Eksekutif Museum dan Cagar Budaya menyoroti potensi pameran fotografi antara Iran dan Indonesia. “Kami membuka peluang kolaborasi pameran foto dengan melibatkan fotografer perempuan dari Iran, sehingga ini bisa menginspirasi fotografer yang ada di Indonesia juga,” jelasnya dengan antusias.
Baca juga: Kementerian Kebudayaan Hadirkan Kuliner Cara Puri, Tradisi Kerajaan Bali Sarat Filosofi dan Harmoni BudayaDalam kesempatan tersebut, Menteri Kebudayaan Republik Indonesia, Fadli Zon, memperkenalkan jajaran pendamping, termasuk di antaranya Direktur Jenderal Diplomasi, Promosi, dan Kerja Sama Kebudayaan, Endah T.D. Retnoastuti; Staf Ahli Menteri Bidang Ekonomi dan Industri Kebudayaan, Anindita Kusuma Listya; Staf Khusus Menteri Bidang Diplomasi Budaya dan Hubungan Internasional, Annisa Rengganis; Direktur Kerja Sama Kebudayaan, Mardisontori; dan Direktur Eksekutif Museum dan Cagar Budaya, Indira Esti Nurjadin.
Sedangkan Staf Ahli Menteri Warisan Budaya, Pariwisata, dan Kerajinan Tangan, Hojatollah Ayoubi, didampingi oleh Deputi Direktur Jenderal Hubungan Masyarakat, Sayed Amin; dan sekretaris utama, Ali Jameh Bozorg.
“Kita berharap diskusi besok dapat menghasilkan kesepakatan yang makin memperkuat kolaborasi budaya antara Indonesia dan Iran,” tutup Menteri Kebudayaan seraya menyerahkan keris, Warisan Budaya Takbenda Indonesia yang diakui oleh UNESCO.
(lam)