LANGIT7.ID-, Washington - Aktivis konservatif AS
Charlie Kirk, yang juga loyalis
Presiden AS Donald Trump,
tewas ditembak saat berpidato di Universitas Utah Valley pada (10/9/2025).
Dilansir Langit7.id dari Reuters, Kamis (11/9/2025), pihak berwenang mengatakan masih memburu pelaku hingga Rabu malam, sekitar delapan jam setelah penembakan yang terjadi di siang hari.
Pelaku diduga melepaskan tembakan tunggal hingga menewaskan
Kirk, 31 tahun.
Baca juga: Donald Trump Resmi Ubah Nama Departemen Pertahanan AS Menjadi Departemen PerangKomisaris Departemen Keamanan Publik Utah, Beau Mason, menduga pelaku adalah penembak jitu yang melepaskan tembakan dari atap kampus yang berjarak sekitar 200 yard.
Atas kejadian tersebut,
Presiden AS Donald Trump, melalui pesan video yang diunggah ke platform Truth Social, berjanji bahwa pemerintahannya akan melacak pelaku penembakan.
"Pemerintahan saya akan menemukan setiap orang yang berkontribusi pada kekejaman ini dan kekerasan politik lainnya, termasuk organisasi yang mendanai dan mendukungnya," kata Trump.
Video penembakan beredar masif di media sosial. Dalam video terlihat
Kirk tengah berbicara di depan kerumunan besar di luar kampus.
Sekitar pukul 12.20 siang terdengar suara tembakan, Kirk menggerakkan tangannya ke arah leher hingga kemudian jatuh dari kursinya. Massa yang melihat hal tersebut langsung berlarian dari lokasi.
Kepala departemen kepolisian kampus, Jeff Long, mengatakan ia memiliki enam petugas yang bertugas di acara tersebut dan berkoordinasi dengan kepala tim keamanan swasta
Kirk, yang juga berada di lokasi.
Baca juga: Ratusan Eks Pejabat Israel Desak Donald Trump untuk Bantu Akhiri Perang GazaDemi menghormati Kirk,
Trump memerintahkan untuk mengibarkan bendera setengah tiang hingga Ahad.
Kasus pembunuhan anak emas
Trump ini menjadi yang terbaru dari serangkaian serangan pada tokoh politik AS. Sebelumnya,
Trump juga mengalami upaya pembunuhan pada tahun lalu.
"Ini adalah hari yang kelam bagi negara bagian kita, ini adalah hari yang tragis bagi bangsa kita," kata Gubernur Utah dari Partai Republik, Spencer Cox, dalam konferensi pers.
"Saya ingin menegaskan bahwa ini adalah pembunuhan politik." (reuters/es).
(est)