LANGIT7.ID-, Jakarta - - Artis sinetron
Nana Mirdad adalah salah satu artis Indonesia yang terdampak
banjir Bali. Lewat media sosial miliknya, istri
Andrew White ini mengabarkan kondisi rumah akibat terjangan banjir.
Meski rumahnya aman dari banjir, namun
Nana Mirdad mengungkapkan bahwa salah satu dinding area rumahnya jebol.
"Sedih banget dengar kondisi Bali yang lumpuh di mana-mana akibat banjir. Teman-teman subuh-subuh sudah pada chat, tanya keadaan rumah karena, rumahku di pinggir sungai," ujar Nana via unggahan di Instagram, Rabu (10/9/2025).
Baca juga: BMKG Ingatkan Banjir Rob dan Cuaca Ekstrem di Sejumlah Wilayah Indonesia 19 Agustus 2025"Rumah aku enggak apa-apa, air sungai naik tapi enggak sampai ke rumahku. Cuma memang rumah tembok aku ada yang jebol karena air sungainya," lanjutnya.
Balai Besar Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BBMKG) Wilayah III Denpasar menjelaskan penyebab
cuaca ekstrem yang melanda Bali.
"Aktifnya gelombang ekuatorial Rossby di wilayah Bali dan sekitarnya mendukung pertumbuhan awan konvektif penyebab
hujan lebat," kata Ketua Kelompok Kerja Operasional Meteorologi BBMKG Wilayah III, Wayan Musteana, Rabu (10/9/2025) seperti dikutip Antara.
Namun,
Nana Mirdad memiliki pandangan lain dari peristiwa banjir yang melanda sejumlah wilayah di Bali ini.
Menurut putri sulung Jamal Mirdad dan Lydia Kandouw ini, penyebab dari banjir bukan hanya dari
cuaca ekstrem tapi juga kesiapan infrastruktur di Bali.
Ia pun mempertanyakan pengelolaan pajak untuk tata kota dan perizinan oleh pemerintah daerah. Terlebih, kata
Nana Mirdad, banjir kali ini mengakibatkan 14 korban meninggal dunia dan 2 orang hilang.
Baca juga: Hujan Deras di Korea Selatan Sebabkan Banjir dan Tanah Longsor, Tewaskan Warga dan Puluhan Ribu Orang Mengungsi"BMKG memang tugasnya memperingati cuaca ekstrim. Kalau pemprov Bali, dinas perizinan dan tata kota tugasnya memberikan pertahanan yang baik terhadap cuaca-cuaca ekstrem ini salah satunya dengan mengelola uang pajak kita dengan benar dan serius dalam menangani perizinan," tegasnya.
Selain itu, Nana juga mengkritisi lemahnya kesiapan infrastruktur di Bali. Selama 15 tahun tinggal di Bali,
Nana Mirdad merasakan banjir yang semakin parah setiap tahunnya.
"So far 15 tahun di Bali dan berasa banget setiap tahun banjir semakin parah dan puncak sampai memakan korban jiwa sebanyak ini ya baru sekarang. Ini tandanya kesiapan infrastruktur kita terlalu terbengkalai bahkan dibandingkan tahun-tahun lalu," ungkap Nana.
Lebih lanjut,
Nana Mirdad juga menyinggung fasilitas
penanganan sampah di Bali yang jauh dari standar kelayakan. Padahal, kata Nana, kebersihan adalah tanggung jawab bersama.
"Memang kebersihan sampah tanggung jawab semua warga, tapi kita juga berhak mendapatkan fasilitas
penanganan sampah yang memadai. Saat ini masih sangat jauh dari standard," pungkasnya.
Baca juga: Petani Tuban Kebanjiran, Anggota DPD Minta Menteri PU dan BBWS Bengawan Solo Bergerak Cepat(est)