LANGIT7.ID-, - Hujan deras selama berhari-hari di
Korea Selatan mengakibatkan
banjir dan
tanah longsor. Akibatnya, 14 orang tewas serta 12 orang dilaporkan hilang, dan kemungkinan bisa meningkat seiring upaya penyelamatan yang masih terus berlanjut.
Informasi itu disampaikan kantor penanggulangan bencana Korea Selatan, mengutip
bbc.com, Sabtu (20/7/2025). Ada kekhawatiran jumlah korban tewas dapat meningkat seiring upaya penyelamatan darurat yang terus berlanjut, dengan 12 orang dilaporkan hilang.
Melihat dari rekaman yang beredar menunjukkan orang-orang mengarungi lumpur tebal di kota resor Gapyeong yang dilanda tanah longsor pada hari Minggu, saat mereka menyeberangi jembatan yang rusak menuju tempat pengungsian.
Lebih jauh ke selatan, seluruh desa tertutup tanah dan puing-puing setelah tanah longsor di wilayah Chungcheon tengah, menurut rekaman video dari hari Sabtu.
Baca juga: Lebih dari 200 Orang Tewas Akibat Banjir dan Tanah Longsor di MyanmarSebagian besar kerusakan terjadi di wilayah selatan negara itu, dengan enam orang tewas dan tujuh orang hilang di Sancheong.
Ribuan jalan dan bangunan rusak dan terendam banjir bandang, dengan laporan kerusakan lahan pertanian dan kematian ternak yang meluas.
Di seluruh wilayah, hampir 10.000 orang telah mengungsi dari rumah mereka sejak hujan deras mulai turun pada hari Rabu lalu. Sementara lebih dari 41.000 rumah tangga mengalami pemadaman listrik sementara, lapor media lokal.
Hujan sebagian besar telah mereda di wilayah selatan dan tengah yang paling parah terkena dampak, tetapi semalam hujan deras bergerak ke utara, dan hujan lebat masih diperkirakan akan turun di ibu kota Seoul dan wilayah utara pada hari Minggu.
Presiden Lee Jae-myung memerintahkan wilayah-wilayah yang paling parah terkena dampak untuk dinyatakan sebagai zona bencana khusus, dan pemerintah telah meluncurkan upaya pemulihan multi-lembaga.
Menteri Dalam Negeri Yun Ho-jung meminta pemerintah daerah untuk segera memobilisasi semua sumber daya yang tersedia.
Sementara itu, menguti AFP, tanah longsor di Gapyeong bagian utara menewaskan dua orang menyusul sejumlah bangunan tertimbun lumpur.
Hujan diperkirakan akan berakhir pada Minggu malam, tetapi akan diikuti oleh gelombang panas yang intens.
(lsi)