LANGIT7.ID-, Jakarta - -
Film animasi karya anak bangsa
"JUMBO" secara mengejutkan berhasil merangsek naik ke posisi enam besar di jajaran
box fffice harian di
Korea Selatan, seperti dikutip dari data Korean Film Council per 18 Februari 2026.
Menurut data, JUMBO tercatat berhasil mengumpulkan 14.619 penonton dari 355 layar. Film produksi
Visinema Studios ini mencatatkan pendapatan sebesar 89.722 dolar
Amerika Serikat atau sekitar Rp1,5 miliar.
Bertenggernya JUMBO di daftar box office Korea merupakan sebuah pencapaian impresif di tengah ketatnya persaingan dengan judul-judul film lokal Korea serta produksi global lainnya.
Baca juga: 5 Fakta Menarik Jumbo jadi Film Indonesia Terlaris Sepanjang Masa, Kalahkan KKN di Desa Penari, Masih Aja Dinyinyirin NetizenPosisi pertama saat ini ditempati oleh The King's Warden yang telah menyedot 4,1 juta penonton. Sementara itu, HUMINT dan Choir of God bersaing ketat dengan angka kunjungan yang sama, yakni 1,2 juta penonton.
Di peringkat berikutnya, Number One berhasil menggaet 187 ribu penonton, unggul di atas App The Horror yang mencatatkan 18 ribu penonton.
Selain sukses secara komersial,
Jumbo juga memikat hati penonton di Negeri Gingseng. Hal ini terbukti dari perolehan rating tinggi sebesar 94 persen yang tercatat pada situs resmi CGV Korea Selatan.
Kesuksesan "JUMBO" tak lepas dari tangan dingin
Ryan Adriandhy yang duduk di kursi sutradara. Di bawah naungan produser Angga Dwimas Sasongko dan tim kreatif Visinema, "JUMBO" hadir membawa standar visual dan penceritaan yang mampu bersaing di pasar mancanegara.
Keberhasilan film ini menjadi tonggak sejarah bagi industri animasi Tanah Air.
Baca juga: Tak Hanya Jumbo, Ini Deretan Film Indonesia yang Tampil di Cannes Film Festival 2025Seperti diketahui, Korea Selatan dikenal sebagai salah satu pasar film paling kompetitif dan tersulit untuk ditembus di Asia.
Masuknya "JUMBO" ke jajaran 10 besar menjadi sinyal kuat bahwa karya orisinal Indonesia dapat diterima dengan hangat oleh penonton internasional.
Kini, perhatian tertuju pada konsistensi performa "JUMBO" dalam beberapa hari ke depan. Strategi distribusi yang matang di wilayah Asia Timur diharapkan mampu menjaga momentum positif ini, sekaligus memperkuat posisi Indonesia dalam peta industri film global.
(est)