LANGIT7.ID-Jakarta; Konser solidaritas bertajuk Together for Palestine di Ovo Arena Wembley sukses bikin ribuan orang terpukau. Bayangkan saja, ada 69 artis, pembicara, dan aktivis yang tampil di satu panggung. Dari dunia musik hadir Damon Albarn, Bastille, PinkPantheress, Hot Chip, hingga sederet bintang lain.
Dari layar lebar ada Benedict Cumberbatch, Florence Pugh, Guy Pearce, sampai Ramy Youssef. Bahkan sosok tak terduga seperti legenda sepakbola Eric Cantona, presenter Love Island Laura Whitmore, dan YouTuber Amelia Dimoldenberg juga ikut meramaikan acara.
Bagi Paul Weller, musisi senior yang ikut tampil, momen ini serasa deja vu. Nuansanya mirip dengan konser besar era 1980-an yang sarat pesan moral, seperti Festival for Freedom melawan apartheid. Bedanya, kali ini serba modern. Tiket ludes terjual hanya dalam dua jam dan berhasil mengumpulkan sekitar £500 ribu. Belum lagi dari penjualan merchandise hasil desain desainer kelas dunia—dari kaos sampai keffiyeh—yang juga dijual online.
Konser ini jelas bukan soal “white savior”. Meski Brian Eno yang mengumpulkan deretan artis, pengarah artistik sebenarnya adalah Malak Mattar, seniman Palestina yang meninggalkan Gaza pada Oktober 2023. Identitas Palestina juga sangat terasa di panggung lewat musik Adnan Joubran, rapper El Far3i, dan suara merdu Nai Barghouti.
Sempat ada sekelompok kecil pendemo pro-Israel di luar arena, tapi situasi cepat terkendali. Di dalam, suasana jauh dari tegang. Hanya sempat memanas ketika Louis Theroux menyebut kekerasan Israel dan penonton meneriakkan, “It’s genocide!”—yang langsung disambut sorakan setuju.
Benedict Cumberbatch tampil bersama penulis drama Amer Hlehel membacakan puisi Mahmoud Darwish. Ia sempat menahan diri dan melewati bagian soal “syuhada Gaza tersenyum di surga”. Richard Gere malah keluar dari naskah dan bicara soal “karavan cinta dan kasih sayang”, membuat operator teleprompter kebingungan. Tapi yang paling membekas tentu suara lantang jurnalis Palestina Yara Eid soal 270 jurnalis tewas di Gaza, yang langsung disambut tepuk tangan panjang. Pianis Faraj Suleiman juga bikin merinding dengan permainan penuh energi, dan Nai Barghouti berhasil memikat penonton. Momen paling heboh datang saat Neneh Cherry naik panggung bareng Greentea Peng membawakan “Seven Seconds”.
Acara yang berlangsung lebih dari empat jam ini akhirnya ditutup dengan kabar menggembirakan. Menurut pembawa acara Jameela Jamil, hingga pukul 10 malam konser sudah berhasil mengumpulkan dana £1,5 juta untuk Palestina. Banyak penonton pulang membawa kaos dan tote bag “Together for Palestine” sambil tersenyum puas. (*/bil/theguardian)
(lam)