LANGIT7.ID-Jakarta; Kementerian Agama (Kemenag) menaruh perhatian besar pada peristiwa robohnya gedung Pondok Pesantren Al Khoziny di Sidoarjo. Menteri Agama Nasaruddin Umar menegaskan perlunya aturan khusus mengenai standar bangunan di lingkungan pesantren agar kejadian serupa tidak terulang.
Kepala Biro Humas dan Komunikasi Publik Kemenag, Thobib Al Asyhar, menyampaikan bahwa regulasi tersebut akan dibicarakan bersama seluruh elemen pesantren. “Kita semua tentu prihatin atas peristiwa bangunan ambruk di Pesantren Al Khoziny. Kami mendoakan para korban wafat dalam keadaan syahid dan mereka yang luka bisa segera sembuh. Terkait standar bangunan, itu akan kita bahas bersama dengan para kyai, gus, dan stakeholders pesantren,” terang Thobib di Wajo dalam keterangannya, Jumat (3/10/2025).
Baca juga: Pencarian Korban Pesantren Al Khoziny Masuki Hari Keempat, 59 Orang Masih HilangRespons Cepat Menteri AgamaThobib menjelaskan, Menag Nasaruddin Umar langsung meninjau lokasi setelah insiden terjadi sebagai bentuk kepedulian sekaligus langkah memahami permasalahan di lapangan. “Menag sudah berkunjung beberapa hari lalu. Menag melihat langsung sebagai upaya Kemenag memahami masalah dan berempati kepada para korban dan pesantren. Menag hadir untuk mengetahui dan melihat langsung apa yang terjadi di sana,” sebutnya.
Menurut Thobib, musibah ini menjadi pembelajaran berharga bagi pemerintah maupun pengelola pesantren. “Kemenag berkepentingan melakukan perbaikan ke depan bersama pesantren untuk menjaga dan memastikan seluruh gedung bisa memberikan keamanan dan kenyamanan bagi santri. Ini akan kami diskusikan bersama pimpinan pesantren, terkait prosedur pembangunan,” papar Thobib.
Komitmen Perbaikan dan KoordinasiIa menambahkan, kolaborasi dengan kementerian lain juga akan dilakukan. “Kami di Kemenag ingin membersamai warga pesantren agar hal ini tidak terjadi di masa mendatang. Kami juga akan berkoordinasi dengan Kementerian PU (Pekerjaan Umum) dan pihak terkait untuk mensosialisasikan dan memberikan pengetahuan agar seluruh proses pembangunan ke depan sesuai standar,” sambungnya.
Thobib juga menekankan bahwa pesantren adalah institusi khas Indonesia yang telah lama berperan dalam mencetak tokoh bangsa. Pesantren Al Khoziny sendiri sudah berdiri lebih dari seratus tahun, bahkan melahirkan KH Hasyim Asy’ari, pendiri Nahdlatul Ulama. Karena itu, Kemenag berkomitmen menjaga kepercayaan masyarakat. “Masyarakat tidak perlu khawatir memasukan anaknya ke pesantren. Kami dari Kemenag akan terus mengawal hal ini agar masalah ini tidak terjadi di masa mendatang,” tandasnya.
(lam)