LANGIT7.ID-Shanghai; Petenis legend, Novak Djokovic tampil luar biasa di Shangai Master1000. Petenis yang sudah nengoleksi 24 grand slam ini tidak mau menyerah meski saat tampil di set pertama melawan Hanfmann kalah duluan. Tapi petenis Serbia ini mengatakan bahwa dirinya menunjukkan "mental yang kuat". Karena mental ini ia mampu bangkit setelah kehilangan satu set dalam kondisi cuaca yang lembap, sehingga bisa mengalahkan Yannik Hanfmann yang tampil menginspirasi, dan melaju ke babak 16 besar Shanghai Masters.
Petenis Serbia berusia 38 tahun itu tampak lamban di set pertama, namun pulih dan menang dengan skor 4-6 7-5 6-3 dalam durasi 2 jam 42 menit.
Djokovic, yang kalah di final tahun lalu melawan Jannik Sinner yang kala itu berada di peringkat satu dunia, akan berhadapan dengan petenis Spanyol non-unggulan, Jaume Munar, di babak 16 besar.
"Yannik bermain baik sejak awal, sulit sekali membaca servisnya dan ia bermain bebas - permainannya persentasenya tinggi dan sulit untuk menghadapi pemain seperti itu," ujar petenis peringkat lima dunia itu, yang mengandalkan dukungan lantang penonton lokal sepanjang pertandingan.
"Dukungan penonton membangkitkan semangat saya, dan menjelang akhir set kedua saya mulai masuk ke dalam permainan."
Hanfmann berada di peringkat 150 dunia dan lolos melalui kualifikasi untuk memperoleh kesempatan meraih kemenangan kedua sepanjang kariernya atas pemain lima besar dunia.
Petenis berusia 33 tahun itu memenangkan set pertama dengan ace setelah mencatatkan 17 pukulan winner, sementara Djokovic hanya 10. Pemegang 24 gelar Grand Slam itu pun gagal menciptakan satu pun peluang break point.
Djokovic tampak kesulitan menghadapi panas dan kelembapan, menyiramkan air ke kepalanya setelah mempertahankan servis di angka 3-2 pada set kedua.
Namun perlahan permainannya membaik dan akhirnya menciptakan break point pertamanya dalam pertandingan saat Hanfmann melakukan servis untuk mempertahankan set kedua di angka 6-5.
Para penonton meningkatkan volume suara mereka ketika Djokovic memukul winner untuk memenangkan set dan menyamakan kedudukan, lalu menunjuk telinganya sebagai bentuk perayaan atas dukungan tersebut.
Akurasi pukulan Hanfmann menurun di set penentu. Setelah forehand-nya melambung panjang dan memberikan break kepada Djokovic di angka 3-1, petenis Serbia itu kemudian menyelesaikan set tersebut untuk melaju.
"Saya sering harus bertarung dalam pertandingan di mana mungkin saya bukan pemain yang lebih unggul," kata Djokovic dalam wawancara di lapangan.
"Berjuang keras adalah sesuatu yang sangat saya kenal sepanjang karier saya. Saya bertahan dan menunjukkan mental yang kuat."(*/saf/bbc)
(lam)