LANGIT7.ID-, Jakarta - - Desainer
Hannie Hananto identik dengan karyanya yang nyentrik dan berani tampil beda. Kali ini, melalui line Han by Hannie Hananto berkolaborasi dengan Batik HUZA tercipta koleksi terbaru bertajuk Unchaostic Dotsicle, berkonsep retrokausalitas atau masa lalu yang baru.
Koleksi Unchaostic Dotsicle hadir dalam delapan looks, dan semuanya ditampilkan di panggung
fashion show Indonesia International Modest Fashion Festival (IN2MOTIONFEST) 2025, pekan lalu.
Motif polkadot membawa kita bernostalgia ke masa lampau. Hal ini yang ingin disampaikan Hannie Hananto lewat desainnya. "Inspirasi koleksi motif polkadot yang menenangkan, mengingat masa kanak-kanak. Makna filosofi motif ini yaitu masa lalu penggunaan polkadot dalam gaya masa kini," kata Hannie kepada
Langit7.
![Unchaostic Dotsicle: Nostalgia Polkadot dalam Gaya Masa Kini, Kolaborasi Hannie Hananto x Batik HUZA]()
Menggandeng Batik HUZA dari Tirka Huza menjadi kolaborasi cantik yang menghadirkan perpaduan antara nostalgia, tradisional yang diwujudkan dengan wastra, serta sentuhan gaya masa kini.
Baca juga: Kunci Menjaga Eksistensi Ala Desainer Hannie Hananto"Ini sudah ketiga kali saya selalu dengan Batik HUZA di
In2motionfest, dan saya pilih sendiri untuk kolaborasi dengan Batik HUZA," ujar desainer yang juga memiliki line Anemone itu.
![Unchaostic Dotsicle: Nostalgia Polkadot dalam Gaya Masa Kini, Kolaborasi Hannie Hananto x Batik HUZA]()
Menurut Hannie, Batik HUZA adalah partner kolaborasi yang bisa diandalkan karena selalu terbuka untuk berkolaborasi dengan pemilihan motif seluas-luasnya. "Saat ini saya tengah mencari motif universal yang bisa diciptakan dari Batik Cap Yang Tradisional," ungkap Hannie.
Semua looks dari koleksi Unchaostic Dotsicle menggunakan 80 persen batik tjap Pekalongan Batik Huza. "Batik Huza membuat batik cap-nya dengan cap dari mereka, dan saya mendesain semua koleksinya. Total ada 31 pcs kain yang diberikan untuk diolah menjadi set koleksi show," paparnya.
Adapun pilihan warna koleksi ini adalah hitam dan putih,
navy, abu-abu, dan merah maroon, semuanya dengan siluet H simple.
![Unchaostic Dotsicle: Nostalgia Polkadot dalam Gaya Masa Kini, Kolaborasi Hannie Hananto x Batik HUZA]()
Hannie berharap, dengan menciptakan motif universal yang sudah dikenal sejak lama yaitu batik akan menghadirkan nostalgia indah kepada para pecinta fashion.
Di samping itu, dengan begitu beragam dan pesatnya industri
modest fashion Indonesia, bagi Hannie hal ini menghadirkan optimisme dan unoptimisme tersendiri.
"Optimisme di satu sisi di mana Pemerintah dan Bank Indonesia serta lembaga-lembaga support selau modest atau muslim fashion Indonesia lokal bahkan internasional, tapi di sisi lain Gen Z dan generasi baru masih belum begitu antusias mengenakan wastra sebagai bagian dari keseharian," imbuhnya.
Baca juga: Ada 1.600 Lebih Koleksi Desainer Indonesia dan Internasional Dipamerkan di IN2MOTIONFESTHannie pun memberi contoh saat dirinya berkunjung ke Uzbekistan, Ia melihat banyak orang tua maupun yang muda mengenakan busana dengan motif dan bahan khas seperti tenun ikat yang mereka dapat dari pengrajin dan penjual lokal.
"Tapi di sini (Indonesia) maaf, masih terpaku brand sebagai destinasi belanja, atau malah
thrift fashion yang notabene baju bekas dari luar negeri untuk menaikkan gengsi Gen Z," tutupnya.
(lsi)