LANGIT7.ID - , Jakarta - Penyanyi kembar Rizki Ridho DA mengaku pernah dicambuk oleh almarhum ayahnya, Abdul Muthalib, ketika tidak bangun untuk sholat shubuh. Hal itu terjadi saat penyanyi jebolan kompetisi penyanyi dangdut ini duduk di bangku sekolah menengah atas (SMA).
Dikutip dari kanal YouTube The Sungkar Family pada (8/10), keduanya dicambuk dengan beberapa lidi yang kemudian disatukan, ke arah punggung.
"Batang lidi ada 3, disatuin terus langsung disabet ke punggung, sakit banget." jelas Rizki dan Ridho saat menceritakan masa lalunya.
Baca juga : Waktu Subuh, Tata Cara dan Bacaan Shalat 2 Rakaat Sesuai SunnahMendiang ayahnya, Abdul Muthalib Pily, memang tegas dalam mendidik, terlebih bila menyangkut urusan agama.
Sering juga penyanyi yang bernama lengkap Rizky Syafaruddin dan Ridho Syafaruddin dipaksa untuk mengaminkan doa dalam suatu acara pengajian shubuh di televisi. Jika tidak mau, hukuman dari sang ayah pun langsung dilayangkan.
"Jadi pas shubuh, ngantuk-ngantuk kita tetap mengaminkan doa dari ustadz di acara televisi. Klo nggak, hari itu nggak akan dikasih uang jajan," kata mereka menceritakan didikan ayahnya yang seorang penjahit baju.
Dibalik baju kembar Rizky dan Ridho ternyata ada campur tangan sang Ayah yang baru meninggal pada 21 Mei 2021 lalu. Ayahnya yang membuka usaha jahit pakaian selalu membuatkan baju senada untuk anak kembarnya.
"Almarhum ayah selalu buat baju dua, kalau nggak sama dipakai barengan, kita nggak akan dapat uang jajan hari itu." cerita keduanya kompak.
Baca juga : Kerjakan Ibadah Ini Usai Adzan Subuh, Pasti Lebih Kaya dari Jeff Bezos"Kata ayah kalau pakai bajunya nggak sama, orang nanti akan mengira bajunya dipakai gantian," imbuh mereka mengenang kata-kata almarhum ayah.
Kini mereka merasakan manis dari kerasnya didikan almarhum ayah. Mereka sangat berterimakasih berkat ajaran sang ayahnya, keduanya bisa meraih sukses seperti saat ini.
Rizki Ridho pun menceritakan pengalaman saat keduanya mengikuti ajang kompetisi nyanyi dangdut di salah satu stasiun televisi swasta.
"Saat menunggu pengumuman lulus di D'Academy tahun 2015, kita berdua nggak berhenti sholat tahajud, atas keinginan sendiri."
Sholat tahajud yang mereka lakukan bukan paksaan dari almarhum ayah, melainkan kesadaran sendiri karena ajaran rutin dari orangtuanya.
Hingga kini, kebiasaan bangun jelang subuh terus mereka lakukan. Bila dahulu dilakukan karena rasa takut dan paksaan, kini ibadah yang dijalankan atas kesadaran dan keinginan mereka sendiri.
(est)