Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Senin, 20 April 2026
home lifestyle muslim detail berita

Makna Kalimat Tauhid yang Dilecehkan Acara Dangdut Indosiar

esti setiyowati Jum'at, 28 November 2025 - 15:38 WIB
Makna Kalimat Tauhid yang Dilecehkan Acara Dangdut Indosiar
Makna Kalimat Tauhid yang Dilecehkan Acara Dangdut Indosiar. Foto: istimewa.
LANGIT7.ID-, Jakarta - - Kalimat tauhid yang berbunyi laa ilaha illallah adalah kalimat yang mulia bagi umat Islam. Kalimat ini sekaligus menjadi pondasi utama agama Islam.

Belum lama ini, salah satu program dari stasiun televisi Indosiar memicu kontroversi karena dinilai telah melecehkan kalimat tauhid.

Baca juga: Indosiar Minta Maaf ke MUI soal Tarian dengan Lagu Bernuansa Tauhid di Dangdut Academy 7

Acara Dangdut Academy 7 (DA7) Indosiar banjir kecaman usai menampilkan kreator asal Madura, Boger Bojinov yang bergoyang ngebor dengan iringan lagu Madura berjudul "Aduh Kacong Bekna Sengak" yang terdapat kalimat tauhid.

Selain itu, para penampil menggoyangkan tubuh dan mengenakan pakaian yang dinilai jauh dari syariat Islam. Cuplikan video tersebut langsung viral dan memicu kemarahan umat Islam.

Dalam "Buku Ajar Pendidikan Islam Kontemporer" oleh Mesenu, dijelaskan bahwa kalimat tauhid merupakan wujud persaksian yang diucapkan bersanding dengan kalimat muhammadur rasulullah. Persaksian ini merupakan rukun pertama dari Rukun Islam.

Dengan kalimat tersebut, Allah menciptakan para makhluk, mengutus para rasul, dan menurunkan kitab-kitab. Lewat kalimat tauhid pula, manusia dapat dibedakan menjadi mukmin atau kafir, menjadi ahli surga atau ahli neraka.

Allah Ta'ala berfirman dalam surah Ali Imran ayat 18, yang berbunyi:

شَهِدَ اللّٰهُ اَنَّهٗ لَآ اِلٰهَ اِلَّا هُوَۙ وَالْمَلٰۤىِٕكَةُ وَاُولُوا الْعِلْمِ قَاۤىِٕمًا ۢ بِالْقِسْطِۗ لَآ اِلٰهَ اِلَّا هُوَ الْعَزِيْزُ الْحَكِيْمُ ۝١٨

Artinya: Allah menyatakan bahwa tidak ada tuhan selain Dia, (Allah) yang menegakkan keadilan. (Demikian pula) para malaikat dan orang berilmu. Tidak ada tuhan selain Dia, Yang Mahaperkasa lagi Mahabijaksana.

Baca juga: Tahayul hingga Kalimat Tauhid, Ini 11 Wasiat Taufik Ismail ke Generasi Muda

Tafsir Al-Muyassar menjelaskan bahwa Allah mempersaksikan bahwa Dia satu-satunya zat yang berhak diibadahi,dan menyandingkan persaksian Nya dengan persaksian para malaikat, para ahli ilmu dalam perkara paling Agung yang dipersaksikan, yaitu keesaan Allah dan tegaknya Allah dalam menegakkan keadilan, tidak ada sesembahan yang berhak diibadahi kecuali Dia yang maha perkasa yang tidak ada sesuatupun yang dikehendakinya kecuali pasti terjadi, juga Maha bijaksana dalam firman-firman dan perbuatan-perbuatannya.

Dalam buku tersebut diterangkan pula bahwa kalimat Laa ilaaha illallah memiliki dua rukun, yaitu nafi (peniadaan) dan itsbat (penetapan).

Kalimat لَا إِلَهَ bermakna menafikan segala bentuk ibadah kepada selain Allah.

Dengan kalimat tersebut, umat Islam meyakini bahwa segala sesuatu yang disembah selain Allah adalah batil. Kita meniadakan segala bentuk penghambaan dan peribadatan kepada selain Allah, baik penyembahan kepada malaikat, nabi, jin, berhala, dan sebagainya.

Rukun yang kedua terdapat dalam kalimat إِلاَّ الله. Kalimat tersebut adalah suatu bentuk penisbatan bahwasannya hanya kepada Allah Ta’ala saja kita menyembah. Allah satu-satunya yang berhak diibadahi dan tiada pantas sekutu bagi-Nya.

Baca juga: Tabayyun ke MUI, Trans7 Minta Maaf Akui Kesalahan Tayangan yang Singgung Pesantren

Sebagai hamba yang beriman, kita perlu mengetahui makna kalimat tauhid yang sebenarnya. Kalimat لَا إِلَهَ إِلاَّ الله bermakna لآ معبود بحق إِلاَّ اللهُ yaitu tidak ada sesembahan yang berhak dan wajib disembah melainkan Allah saja.

Memaknai لَا إِلَهَ إِلاَّ الله dengan “tiada Tuhan selain Allah” saja merupakan pemaknaan yang kurang tepat. Hal tersebut memiliki konsekuensi bahwa apa saja yang disembah manusia adalah Allah. Subhanallah. Maha Suci Allah dari hal yang seperti itu.

Seperti diketahui, banyak manusia yang menyembah pada selain Allah. Namun, sebagai orang beriman, kita meyakini bahwa sesembahan tersebut adalah batil karena hanya Allah saja yang berhak untuk disembah.

Seperti firman Allah SWT dalam surah Al-Hajj ayat 62.

ذَلِكَ بِأَنَّ اللَّهَ هُوَ الْحَقُّ وَأَنَّ مَا يَدْعُونَ مِنْ دُونِهِ هُوَ الْبَاطِلُ

Artinya: “Yang demikian itu, adalah karena sesungguhnya Allah, Dialah (Tuhan) Yang Haq dan sesungguhnya apa saja yang mereka seru selain dari Allah, itulah yang batil” (QS. al-Hajj: 62)

Dalam tafsir Al-Madinah Al-Munawwarah, dijelaskan bahwa kekuasaan dan keagungan yang sempurna Allah itu karena Dia adalah Tuhan Yang Hak; sedangkan apa yang disembah orang-orang kafir selain-Nya adalah batil. Allah Maha Tinggi dari hamba-Nya dan Maha Agung, tidak ada yang melebihi kebesaran-Nya.

Baca juga: Perwakilan Trans7 Sambangi Ponpes Lirboyo untuk Meminta Maaf

Sebagai seorang yang beriman kepada Allah, kita mengucapkan kalimat tauhid dengan lisan, meyakini dalam hati, dan mengimplementasikannya dalam perbuatan. Kalimat لَا إِلَهَ إِلاَّ الله harus kita pahami maknanya.

Artinya, kalimat tersebut jangan hanya berhenti sebatas lisan saja, namun hatinya tidak meyakini sebagaimana yang terjadi pada orang-orang nunafik.

Jangan sampai pula kita mengucapkan kalimat tauhid, akan tetapi masih beribadah kepada selain Allah, meminta kepada jin, menyembah kuburan, dan sebagainya.

Selain itu, kerjakan amal saleh sebagai perwujudan bukti benarnya tauhid kita dengan mengajarkan amalan saleh seperti shalat, puasa, membayar zakat dan lainnya.

(est)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Senin 20 April 2026
Imsak
04:27
Shubuh
04:37
Dhuhur
11:55
Ashar
15:14
Maghrib
17:53
Isya
19:03
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Ikhlas:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ هُوَ اللّٰهُ اَحَدٌۚ
Katakanlah (Muhammad), “Dialah Allah, Yang Maha Esa.
QS. Al-Ikhlas:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)