Langit7, Jakarta - Gelaran PON XX Papua, setidaknya melibatkan sebanyak 258 pelaku UMKM. Dari total tersebut, 100 UMKM yang bergerak di sektor kuliner,
souvenir dan
handicraft mendapatkan fasilitas untuk mempromosikan produknya di seputaran venue kegiatan olahraga nasional.
Ketua Sub Koordinator bidang Sosial Ekonomi bidang IV Sub PB PON Kabupaten Jayapura, Yos Levia Yoku mengatakan, pemerintah kabupaten telah memberikan pembinaan kepada 100 UMKM tersebut untuk mempromosikan produknya di venue kegiatan PON XX Jayapura.
“Selain itu, mereka juga memperoleh modal usaha Rp5 juta per UMKM,” ujarnya saat konferensi pers Perkembangan UMKM dan Ekonomi Kreatif di Kabupaten Jayapura, Kabupaten Jayapura, Jumat (10/8).
Baca juga: Lebih 100 UMKM Berpartisipasi dalam PON Papua Klaster MimikaPemkab Jayapura mendorong sektor UMKM Papua untuk bangkit dan naik kelas. Untuk itu, pihaknya juga menggandeng sektor perbankan sehingga pelaku UMKM dapat memperoleh akses pembiayaan, dan melek terhadap sistem pembayaran secara digital.
“Dengan adanya wabah pandemi, kami berusaha untuk mengeliminir sistem pembayaran secara tunai dan mendorong sistem pembayaran secara non tunai. Tujuannya agar mereka juga melek terhadap perkembangan digital,” ujarnya.
Yos mengatakan, akan terus memberikan fasilitas promosi dan pemasaran, kendati PON telah usai nantinya. Program tersebut difasilitasi oleh bidang sosial ekonomi PB PON.
"Kami juga membangun etalase di hotel dan bandara yang berisi hasil kerajinan khas Papua. Diharapkan PON usai akan tetapi ekonomi tetap berlanjut," kata Yos.
Sementara itu, diwaktu yang sama, Kadiv Bisnis UMK dan Konsumer Bank Papua, Abraham Krey juga turut mendukung suksesnya penyelenggaraan PON XX Papua. Pihaknya diketahui juga telah sejak lama memberikan perhatian terhadap UMKM.
“Kami memiliki program bernama kredit Papeda (Percepatan Akses Keluarga Daerah). Alokasi dana untuk kredit itu sebesar Rp5 miliar. Setiap pelaku UMKM bisa memperoleh kredit itu tanpa bunga Rp10 juta. Nah, bunga kredit untuk UMKM itu ditanggung oleh Pemprov Papua Rp250 juta berupa subsidi bunga dengan jangka waktu selama 1-2 tahun,” ungkapnya.
Baca juga: Efek Gebyar PON XX, PDRB Papua Meningkat 1,10 PersenDi tahun 2022, Bank Papua berencana akan menambahkan plafon kredit Papeda menjadi Rp10 miliar dan pada 2023 dinaikkan lagi menjadi Rp15 miliar.
Kopi milenialKopi menjadi salah satu komoditas kuliner yang memiliki proses cerah di Tanah Papua. Terlebih, para pegiat kopi di Papua dilakoni oleh UMKM.
Ketua DPD Asosiasi Kopi Indonesia (Aski) Papua, Andrew Bahabol mengatakan, selama kegiatan PON pihaknya terus melakukan pembinaan soal penyajian kopi kepada kalangan milenial.
Menurutnya, dalam enam bulan terakhir, Aski fokus pada pemberdayaan generasi milenial melalui pelatihan cara penyajian kopi maupun mengenalkan sisi bisnisnya. Dengan kegiatan itu diharapkan kaum milenial terhindar dari perilaku negatif.
"Tujuan menyasar anak milenial di sini karena hanya anak milenial yang siap bersaing. Bagaimana cara kita meningkatkan kualitas kopi Papua. Sementara dari data nasional produktivitasnya masih rendah meskipun harga mahal," tutur Andrew.
Baca juga: PON XX Papua, Menkop UKM: Optimalkan Produk Lokal UnggulanUntuk itu, selain memberikan pelatihan barista kopi kepada 30 anak muda di bawah 23 tahun, pihaknya juga terus mempromosikan produk kopi Papua seperti dalam ajang Gebyar PON Papua di Pantai Kalkote, Sentani Timur.
Pelatihan barista ini tidak hanya sekadar teknis penyajian kopi yang baik, tapi juga membentuk karakter, perilaku, dan penampilan anak muda Papua yang baik.
"
Image Papua yang belum maju ingin dipatahkan dengan kebangkitan milenial ini. Rambut boleh melingkar, tapi harus bersih wangi, totalitas, menghargai waktu, komunikasi baik maka orang akan menyaksikan bahwa Papua sudah maju," jelasnya.
(zul)