LANGIT7.ID - , Jakarta - Lampu dinding sudah ada sejak sebelum ditemukannya listrik pada akhir tahun 1800 oleh Michael Faraday. Bahkan, keberadaan lampu ini sudah ada sejak zaman nabi Muhammad SAW sebagai penerangan utama di malam hari.
Dulu lampu dinding memerlukan bahan bakar minta sebagai sumber daya dengan didesain menempel ke dinding.
Meski saat ini listrik sudah menggantikan posisi bahan bakar minyak untuk penerangan, namun tak lantas menyingkirkan pesona lampu dinding.
Umumnya lampu jenis ini banyak digunakan untuk outdoor. Namun, tidak salah juga bila ingin meletakkannya di dalam rumah. Selain untuk penerangan, lampu dinding juga bisa untuk mengekspos kecantikan dinding di area indoor.
![Lampu Hias Tempel Pemanis Ruangan, Perhatikan Ini Saat Pemasangan]()
Bukan berarti dengan menggunakan lampu dinding lantas menafikan lampu gantung atau lampu utama. Di beberapa ruangan seperti ruang tamu, ruang makan bahkan dapur, sebaiknya tetap menggunakan lampu utama sebagai penerangan.
Hanya saja, jika ingin menampilkan rumah yang hangat dan estetis, bisa ditambahkan beberapa lampu dinding sebagai dekorasi rumah.
Dibanding menggunakan lampu duduk atau standing lamp, lampu dinding lebih hemat tempat. Jadi setiap sudut tempat bisa digunakan untuk meletakan dekorasi lainnya.
Selain kelebihan di atas, lampu dinding juga punya beragam fungsi yang menyesuaikan tempat dipasangnya. Saat ini banyak sekali pilihan lampu dinding, namun umumnya modelnya terdiri dari dua model yaitu klasik dan modern.
Sebelum memutuskan untuk memasang lampu dinding di rumah, ada beberapa hal yang harus diperhatikan, antara lain :
1. Dominasi warna ruangan dalam rumah Satu hal yang penting sebelum memasang lampu dinding adalah perhatikan dominasi warna ruangan. Misalnya ruangan berwarna terang, maka sudah pasti lampu dinding tidak dibutuhkan.
Berbeda bila warna ruangan di dalam rumah cenderung gelap. Maka bisa ditambah terang dengan lampu dinding. Terpenting, hindari memasang lampu dinding dengan cahaya redup untuk menghindari rumah menjadi gloomy.
2. Intensitas cahaya Terang atau redupnya cahaya dari lampu harus disesuaikan dengan fungsi ruangan. Misalnya untuk kamar tidur, hindari intensitas cahaya lampu yang terlalu terang, sebab bisa mengganggu kualitas tidur. Jika memungkinkan, pilihlah lampu dinding yang intensitas cahayanya bisa diatur.
3. Letak lampu Agar fungsi lampu dinding menjadi maksimal, langkah selanjutnya yang harus dipikirkan adalah titik letak lampu. Jangan sampai penempatan lampu asal-asalan, karena fungsinya pun jadi tidak maksimal.
Bila ingin meletakkan lampu dinding di kamar tidur, hindari meletakkan lampu di atas kepala untuk mendapat tidur yang nyenyak.
Nah, Sahabat Langit7 meski terlihat sepele, namun langkah-langkah di atas cukup penting untuk mendapat penerangan yang optimal sekaligus estetis.
(est)