LANGIT7.ID-Jakarta; Proses pembentukan Timnas Indonesia U-20 memasuki tahap baru setelah PSSI secara resmi menunjuk Nova Arianto sebagai pelatih kepala. Penunjukan ini bukan sekadar pergantian figur, tetapi bagian dari kesinambungan pembinaan yang telah dimulai sejak tim U-17 tampil di Piala Dunia U-17 2025.
Keputusan itu muncul sebagai konsekuensi dari evaluasi internal PSSI yang menempatkan kesinambungan usia muda sebagai prioritas. Tim U-20 dirancang untuk berdiri di atas pondasi generasi pemain yang sudah ditempa di level global, sehingga struktur awal tim dipersiapkan agar lebih matang dan kompetitif.
Nova Arianto sendiri bukan sosok baru dalam pengembangan kelompok usia. Saat memimpin Timnas U-17, ia mengantar Indonesia mencatat kemenangan bersejarah 2-1 atas Honduras pada laga pamungkas fase grup Piala Dunia U-17 2025. Pengalaman itu kini dijadikan dasar untuk membangun tim U-20 yang lebih solid.
Ketua Badan Tim Nasional (BTN), Sumardji, menuturkan bahwa keputusan memberikan tanggung jawab penuh kepada Nova didasari usulan dari Direktur Teknik PSSI Alexander Zwiers dan disetujui jajaran Exco.
"Khusus untuk timnas putra, sesuai dengan rekomendasi, sesuai dengan usulan dari Dirtek, Alexander, rekan-rekan Exco menyetujui bahwa pelatih timnas u-20 putra ini akan kita berikan tugas dan tanggung jawab sepenuhnya ke Nova Arianto," ucap Sumardji dalam siaran live YouTube PSSI, Kamis (20/11/2025).
Terkait komposisi tim, Sumardji juga menegaskan bahwa sebagian besar pemain Timnas Indonesia U-20 akan berasal dari skuad U-17 yang baru saja berlaga di turnamen dunia tersebut.
"Berkaitan dengan timnas U-20 Putra, 85 persen pemainnya adalah pemain timnas U-17 yang baru saja melakukan kegiatan Piala Dunia," ujarnya.
Arah kebijakan itu sejalan dengan langkah federasi yang ingin memastikan regenerasi berjalan konsisten. Erick Thohir sebelumnya menegaskan bahwa Nova Arianto bersama para pemain Timnas U-17 akan menjadi fondasi utama dalam pembentukan Timnas U-20. Menurut Erick, kelompok pemain tersebut disiapkan sebagai kerangka inti untuk mengejar target tampil di Piala Asia U-20 2027.
Dengan strategi tersebut, PSSI menempatkan pengalaman turnamen dunia sebagai modal dasar membangun tim yang lebih kompetitif di jenjang U-20. Nova Arianto pun dihadapkan pada proyek jangka menengah yang tidak hanya menuntut konsistensi pembinaan, tetapi juga keberhasilan adaptasi pemain ke level kompetisi yang lebih tinggi.
(lam)