Pesan Mendalam Menag Nasaruddin Umar: Jangan Makan Harta Haram jika Tak Ingin Disentuh Api Neraka
tim langit 7Kamis, 08 Januari 2026 - 10:09 WIB
LANGIT7.ID-Jakarta; Menteri Agama Nasaruddin Umar memberikan peringatan keras kepada seluruh jajaran ASN Kementerian Agama mengenai bahaya mengambil sesuatu yang bukan haknya. Dalam pembukaan Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) Kanwil Kemenag Sulawesi Selatan di Bone, Rabu (7/1/2026), Menag menekankan bahwa integritas moral adalah harga mati bagi setiap pegawai.
“Jangan pernah mengambil sesuatu yang bukan hak. Daging yang tumbuh dari sesuatu yang haram tidak bisa dibersihkan kecuali oleh api neraka. Jagalah diri, keluarga, dan hati kita,” tegas Menag dalam keterangan resmi, Kamis (8/1/2026).
Menurut Nasaruddin, integritas bukan sekadar slogan, melainkan karakter pokok yang harus melekat pada setiap ASN. Ia meminta jajarannya untuk menjauhi gaya hidup berlebihan yang berisiko menjerumuskan pejabat pada penyalahgunaan jabatan. Selain itu, ia mengingatkan agar lingkungan keluarga dijaga dengan baik supaya tidak menjadi pemicu terjadinya pelanggaran hukum atau etika.
Sebagai fondasi moral, Menag mendorong para ASN untuk memperkuat kedekatan spiritual dan disiplin ibadah. Ia menyarankan agar amalan-amalan sunah mulai dijalankan secara rutin layaknya sebuah kewajiban.
“Jangan jauh dari Tuhan. Jadikan amalan sunah seperti kewajiban. Di situ ada kekuatan yang menjaga kita,” pesan Menag.
Terkait profesionalisme kerja, Nasaruddin menggarisbawahi bahwa kepintaran saja tidak cukup. Seorang pejabat harus memiliki kemampuan komunikasi yang baik serta jejaring yang luas, terutama dengan tokoh agama, masyarakat, dan media massa. Baginya, publikasi kinerja adalah bentuk akuntabilitas yang nyata kepada publik.
“Prestasi tidak hanya diukur dari seberapa banyak kita bekerja, tetapi seberapa baik kita memediasikan kinerja kita,” ujar Menag.
Menutup arahannya, Menag menekankan pentingnya kerja kolaboratif melalui konsep superteam daripada menonjolkan kemampuan individu secara berlebihan. Ia menilai pemimpin yang sukses adalah mereka yang mampu memberikan kepercayaan penuh melalui delegasi tugas kepada bawahannya.
“Tidak ada lagi superman. Yang ada adalah superteam. Pemimpin yang baik bukan yang mengerjakan semuanya, tetapi yang mampu memberikan kepercayaan dan mendelegasikan tugas,” tutup Menag.
Katakanlah (Muhammad), “Wahai Ahli Kitab! Marilah (kita) menuju kepada satu kalimat (pegangan) yang sama antara kami dan kamu, bahwa kita tidak menyembah selain Allah dan kita tidak mempersekutukan-Nya dengan sesuatu pun, dan bahwa kita tidak menjadikan satu sama lain tuhan-tuhan selain Allah. Jika mereka berpaling maka katakanlah (kepada mereka), “Saksikanlah, bahwa kami adalah orang Muslim.”