Sempat Jadi Rebutan Negara Lain, John Herdman Akhirnya Buka Suara Mengapa Pilih Timnas Indonesia
nabilSelasa, 13 Januari 2026 - 11:56 WIB
LANGIT7.ID-Jakarta; John Herdman secara resmi diperkenalkan sebagai nahkoda baru Timnas Indonesia. Di tengah euforia kedatangannya, pelatih asal Inggris ini mengonfirmasi rumor yang beredar bahwa ia rela menolak tawaran dari negara dengan peringkat FIFA yang jauh lebih tinggi demi mendarat di Jakarta.
Dalam sesi tanya jawab dengan media, Herdman ditanya mengenai kabar bahwa dirinya menepis tawaran dari Honduras dan Jamaika, dua kekuatan sepak bola di zona CONCACAF yang salah satunya masih berpeluang besar lolos ke Piala Dunia.
Herdman tidak menampik hal tersebut. Ia menjelaskan bahwa keputusannya didasari oleh naluri profesionalnya yang selalu tertantang untuk membangun sejarah baru, bukan sekadar melatih tim yang sudah mapan.
"Saya pikir karier saya sampai saat ini adalah tentang membangun, bekerja dengan federasi yang memiliki gairah, visi untuk membawa negara ke tempat yang belum pernah dicapai sebelumnya," ungkap Herdman dalam konferensi pers yang disiarkan di YouTube PSSI TV, Selasa (13/1/2026).
Mantan pelatih Timnas Kanada ini menegaskan bahwa Indonesia memiliki potensi raksasa yang tidak dimiliki negara lain. Dengan dukungan fanatisme suporter dan infrastruktur yang berkembang, ia meyakini Indonesia sudah tidak punya alasan untuk gagal.
"Itu jelas dari semua yang saya baca, dengar dari orang-orang di sini bahwa negara ini siap. Tidak ada alasan lagi. Kita punya pemainnya. Kita punya kemampuannya. Kita punya liga profesional," tegasnya.
Herdman juga menyoroti faktor demografi dan kegilaan masyarakat Indonesia terhadap sepak bola sebagai daya tarik utama yang membuatnya berpaling dari tawaran Honduras maupun Jamaika.
"Tapi saya sejujurnya percaya dengan populasi 280 juta, 80-90% orang gila sepak bola. Mereka mencintai sepak bola mereka. Inilah tempat yang tepat," kata Herdman dengan antusias.
Bagi Herdman, peringkat FIFA hanyalah angka di atas kertas. Ia lebih mementingkan peluang untuk menciptakan sejarah yang belum pernah terjadi sebelumnya bagi bangsa ini.
"Ini bukan tentang peringkat. Ini bukan tentang tim-tim ini punya pemain yang lebih baik atau Anda bisa melakukan ini di Piala Dunia. Ada peluang besar di sini di Indonesia untuk pergi ke tempat di mana tidak ada sekelompok pria atau penggemar yang pernah ke sana sebelumnya, dan itu adalah ke Piala Dunia FIFA," pungkasnya.