LANGIT7.ID-Jakarta; Sebagai bentuk komitmen Kementerian Kebudayaan dalam melestarikan khazanah cagar budaya nusantara, Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon, memimpin rapat pemugaran Kawasan Cagar Budaya Muarajambi. Rapat yang berlangsung secara hibrida di Gedung E Kementerian Kebudayaan, Senayan, Jakarta tersebut membahas strategi pemugaran Kawasan Cagar Budaya Muarajambi sebagai salah satu kompleks candi Buddha terbesar di Asia Tenggara.
Menbud Fadli, dalam rapat tersebut memberikan apresiasi kepada jajaran Kementerian Kebudayaan dan tim ahli pemugaran kawasan Muarajambi. Pemugaran Muarajambi, lanjut Menbud, merupakan bentuk penghargaan terhadap cagar budaya nusantara sekaligus upaya untuk melindungi peninggalan sejarah yang akan diwariskan kepada generasi selanjutnya.
Lebih jauh, Menteri Kebudayaan berpendapat bahwa kawasan Muarajambi berpotensi menjadi living heritage yang dapat mendorong wisata budaya dan religi. Potensi tersebut didukung oleh rancangan pemugaran di sekitar kawasan Muarajambi yang dapat menunjang ritual keagamaan dan budaya agar dapat terlaksana secara khidmat.
“Pembangunan ini kita harapkan dipercepat, karena nanti Muarajambi akan menjadi satu living heritage yang mendatangkan banyak umat Buddha dan juga turis dari seluruh dunia. Potensi kawasan Muarajambi juga sangat besar, di mana nantinya menjadi ekosistem yang hidup. Saya yakin Muarajambi akan berkembang, museumnya juga akan berkembang,” imbuh Menteri Kebudayaan dalam keterangan resmi, Jumat (16/1/2026).
Mendukung pernyataan Menbud, Prof. Kemas Ridwan Kurniawan, selaku tim pengawas pemugaran kawasan Muarajambi menungkapkan bahwa pemugaran akan berfokus ke Candi Kedaton dan Candi Koto Mahligai. Ia menerangkan, “Tim kami sudah melakukan kajian pendahuluan terkait kawasan Muarajambi, seperti tipologi candi dan artefak-artefak terdahulu. Untuk pemugaran ini tentunya perlu mendatangkan ahli craftmanship karena detailnya cukup banyak untuk pemugaran kawasan Muarajambi.”
Ketua Umum DPP WALUBI, S. Hartati Murdaya, turut menyampaikan apresiasinya kepada Kementerian Kebudayaan dan tim ahli pemugaran kawasan Muarajambi. “Saya dan kelompok umat Buddha merasa sangat bersyukur bisa mendapat kesempatan untuk berkontribusi dan mendukung pemerintah dalam pemugaran kawasan Muarajambi,” ungkap Hartati.
Hadir dalam rapat ini di antaranya Direktur Jenderal Pelindungan Kebudayaan dan Tradisi, Restu Gunawan; Staf Khusus Menteri bidang Sejarah dan Pelindungan Warisan Budaya, Basuki Teguh Yuwono; Direktur Warisan Budaya, I Made Dharma Suteja; serta Kepala Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah V, Agus Widiatmoko. Sementara itu, turut hadir pula Prof. Kemas Ridwan Kurniawan; dan Prof. Cecep Eka Permana selaku pengawas pemugaran Kawasan Muarajambi, jajaran Perwakilan Umat Buddha Indonesia (WALUBI), yaitu Ketua Umum DPP WALUBI, S. Hartati Murdaya; Sekretaris Jenderal DPP WALUBI, Bhante Khanit Sannano Mahathera; serta para pemuka agama.
Kementerian Kebudayaan berkomitmen untuk mempercepat pemugaran kawasan Muarajambi. Berbagai tindak lanjut seperti persiapan teknis dan DED (Detail Engineering Design), serta pembenahan lanskap Kawasan Cagar Budaya Muarajambi akan terus diupayakan untuk mewujudkan pelestarian cagar budaya warisan leluhur bangsa.
(lam)