LANGIT7.ID-Melbourne; Iga Swiatek memulai perburuannya atas gelar Australia Terbuka pertamanya dengan kemenangan yang tidak meyakinkan 7-6(5) 6-3 atas petenis kualifikasi asal Tiongkok, Yuan Yue, di bawah lampu Rod Laver Arena pada hari Senin.
Juara Grand Slam enam kali, Swiatek, sempat dalam berbagai kesulitan, di-break tiga kali oleh Yuan yang pukulannya keras dan permainannya jauh melampaui peringkatnya yang ke-130.
Namun, pukulan backhand petenis Polandia itu terbukti menentukan saat ia menancapkan serangkaian pukulan-pukulan pemenang pada poin-poin krusial untuk menahan Yuan.
"Saya agak berkarat di awal, tidak benar-benar memulai dengan baik," kata Swiatek di lapangan.
"Tapi saya tahu jika saya bekerja keras, saya akan bermain lebih baik, jadi itulah yang saya coba lakukan."
"Saya senang itu berhasil, banyak naik turun. Ada hal-hal yang harus ditingkatkan."
![Swiatek Atasi Perlawanan Gigih Yuan untuk ke Putaran Kedua Australia Terbuka, Mira Andreeva Sikat Vekic]()
Diperlukan sedikit keajaiban backhand dari Swiatek untuk mencegah Yuan merebut set pertama saat dia memimpin 5-4.
Petenis Polandia itu memenangkan tiebreak dari sisi yang sama, menancapkan kakinya di garis dasar untuk melepaskan pukulan pemenang inside-out yang dahsyat sebelum melesat memimpin 3-0 di set kedua.
Saat pertandingan mulai lepas, Yuan meminta time out medis, mengeluhkan kekakuan di area pahanya, dan berbaring di lapangan untuk membiarkan pelatih fisik bekerja.
Setelah bangkit, dia langsung mem-break Swiatek dan bangkit menjadi 3-2, memicu teriakan "Jiayou!" (Semangat!) dari para penggemar Tiongkok di tribun.
Yuan bertarung keras hingga akhir, menyelamatkan satu match point pada servisnya di skor 5-3, tetapi tidak ada yang bisa menghentikan Swiatek yang menutup pertandingan dengan return backhand panas menyusur garis dua poin kemudian.
Swiatek akan bertemu petenis Ceko, Marie Bouzkova, untuk memperebutkan tiket ke putaran ketiga saat dia melanjutkan perburuannya atas Grand Slam karier, setelah memenangkan mahkota di tiga turnamen major lainnya.
Sementara itu, Mirra Andreeva sempat kesulitan di putaran pertama Australia Terbuka sebelum akhirnya bangkit dengan penuh keyakinan untuk mengalahkan petenis peringkat 72 dunia, Donna Vekic, dengan skor 4-6 6-3 6-0.
Petenis asal Rusia yang memenangkan turnamen Adelaide pekan lalu itu sempat memimpin 3-1 di awal pertandingan dan indikasi awalnya adalah dia tidak akan banyak mengalami masalah di laga pembuka di Melbourne. Namun kemudian, Vekic secara mengejutkan bangkit dengan mem-break untuk merebut set pertama.
Setelah mengalami keruntuhan di set pertama, Andreeva mulai melakukan servis dengan jauh lebih baik sehingga tidak memberi Vekic satu pun kesempatan break point di set kedua. Selain itu, unggulan ketujuh itu meraih satu-satunya break pada set kedua di game keenam.
Sisa pertandingan berlangsung sangat sepihak karena juara WTA tiga kali yang baru itu membagel peraih medali perak Olimpiade Paris 2024 untuk melaju ke putaran kedua.
Selama pertandingan, Andreeva menghasilkan 28 pukulan pemenang dan melakukan 22 kesalahan non-tekanan, sementara Vekic menghasilkan 22 pemenang dan melakukan 42 kesalahan non-tekanan.
Siapa lawan Andreeva di putaran kedua Australia Terbuka?Untuk memperebutkan tiket ke putaran ketiga Australia Terbuka, unggulan ketujuh itu akan berhadapan dengan mantan petenis peringkat tiga dunia, Maria Sakkari. Petenis Rusia itu belum pernah bertemu Sakkari sebelumnya.
Hari ini, Andreeva menunjukkan kekuatan mental yang hebat untuk mengalahkan Vekic. Beberapa hari sebelumnya dalam konferensi pers pra-turnamen Australia Terbuka, gadis 18 tahun itu mengklaim bahwa dia banyak berlatih meningkatkan aspek mental selama musim off.
"Jadi ya, saya merasa kami adalah dua orang yang berbeda jika membandingkan saya dulu dan saya sekarang, saya di bulan Oktober. Tapi saya hanya berharap bisa mempertahankan pola pikir seperti ini selama mungkin karena sekarang saya merasa, terutama dengan kemenangan, saya merasa semakin percaya diri dengan apa yang saya lakukan di lapangan. Jelas, ketika kamu percaya diri, kamu lebih berani dalam melakukan pukulan, lebih berani di lapangan. Jadi saya hanya berharap bisa bertahan dalam pola pikir ini untuk waktu yang lama," kata Andreeva.(*/saf/thestars/tennisworldusa)
(lam)