LANGIT7.ID-, Serang - Ketua
Dewan Pers Komarudin Hidayat menekankan tiga hal penting yang harus dipertahankan dalam dunia jurnalistik, dan sejalan dengan kondisi saat ini yaitu profesionalisme, objektivitas, dan etika.
Hal tersebut disampaikan Komarudin melalui pidato yang disampaikan Komarudin dalam rangkaian peringatan
Hari Pers Nasional (HPN) 2026 di Kota Serang, Banten, Senin (9/2/2026),
"Pers tumbuh sebagai medium pendidikan publik dan pejuang idealisme. Kala itu surat kabar benar-benar menuntun arah informasi masyarakat," kata dia mengutip dari tayangan Youtube/@PWIOfficial.
Dalam perkembangannya, lanjut dia, pers digusur dengan logika bisnis sehingga sekarang bisnis informasi didukung oleh digital, AI dan media sosial yang menjadi hiburan masyarakat. Hal ini menyebabkanbanyak orang tidak lagi membutuhkan surat kabar ataupun media pers lainnya dan pindah ke media sosial.
"Akibatnya media pers konvensional mengalami
declining. Hari ini tidak ada perusahaan pers yang tidak melakukan PHK karyawannya. Kami menyampaikan bagaimana campur tangan pemerintah agar terjadi keadilan iklan, agar tidak tersedot mayoritas ke media sosial tapi juga ikut mempertahankan tegaknya suburnya pers," imbuhnya.
Baca juga: Hari Pers Nasional 2026: Pesan Muhaimin Agar Teknologi Tidak Menggantikan Nurani JurnalisNamun begitu, Komarudin menegaskan bahwa salah satu yang tetap bisa dijaga oleh media pers yaitu trust atau kepercayaan masyarakat terhadap media. "Trust masyarakat masih tinggi tapi masih disibukkan dengan media sosial," tegasnya.
Ia mengumpamakan Ketika ada masalah krusial, maka masyarakat tetap "bertanya" pada pers. Dengan demikian Komarudin mengimbau para insan pers untuk tetap mempertahankan kepercayaa publik (
trust) yang didukung oleh profesionalisme dan obyektivitas.
"Pers didukung oleh objektivitas dan prinsip
cover both sides, sehingga wajib melakukan pengecekan dan pemeriksaan ulang (check and recheck) sebelum mempublikasikan berita. Suatu hal yang tidak selalu dilakukan oleh media sosial," jelasnya.
Terakhir, Komarudin menyoroti soal menjaga etika dalam menyajikan produk jurnalistik.
Menurutnya, profesionalisme, obyektivitas dan etika adalah prasyarat minimal agar pers mendapat
trust dari publik. Alasannya, sebab informasi sekarang ini amat dominan mempengaruhi emosi, pikiran dan perilaku masyarakat.
"Kita butuh informasi yang jernih. Jadi harus menjaga
trust, integritas, profesionalisme, obyetivitas dan etika. Hendaknya kita jaga bersama," ujar Komarudin menutup pidatonnya.
(lsi)