LANGIT7.ID-Jakarta; Fenomena ludesnya kuota Honda Prelude di Indonesia menjadi sorotan setelah kendaraan premium seharga hampir Rp 1 miliar tersebut terjual habis hanya dalam hitungan hari. Meskipun berstatus sebagai mobil segmen mewah, permintaan konsumen terhadap sedan ini melampaui ekspektasi PT Honda Prospect Motor (HPM) hingga mengejutkan pihak prinsipal di Jepang.
Keterbatasan suplai menjadi tantangan utama di tengah tingginya minat pasar. Untuk tahun 2026, Indonesia tercatat hanya mendapatkan alokasi sebanyak 100 unit, yang seluruhnya sudah dipesan dalam waktu tiga hari. Lonjakan pesanan yang saat ini mencapai 237 unit membuat antrean mengular panjang, bahkan bagi konsumen yang melakukan pemesanan sekarang, estimasi pengiriman baru bisa terealisasi pada tahun 2028.
Yusak Billy selaku Sales & Marketing and After Sales Director PT Honda Prospect Motor (HPM) mengungkapkan bahwa mayoritas pembeli model ini bukan berasal dari kalangan loyalis merek tersebut. Karakteristik konsumennya adalah para pencinta otomotif yang telah memiliki kemandirian finansial.
"Loyalis Honda 40 persen aja sebetulnya, semua antusias mobil itu suka banget sama Prelude. Jadi istilahnya, kalau kamu beli mobil ini kamu nggak perlu pembuktian apapun," ujar Billy saat di JIExpo Kemayoran, Jakarta Pusat, dikutip Kamis (12/2/2026).
Kecepatan penjualan ini diakui Billy sangat luar biasa karena dalam satu hari saja 40 unit langsung terpesan. Situasi tersebut memaksa HPM untuk meminta tambahan kuota guna mengakomodasi permintaan yang membludak.
"Iya, iya (mengejutkan). Karena itu dalam sehari 40 unit habis. Terus setelahnya dapat tambahan 60 unit, karena pesanan ketika itu sudah 100 unit lebih. Oh, itu pun iya (prinsipal kaget dengar penjualan Prelude di Indonesia)," tuturnya.
Mengenai daftar tunggu yang semakin panjang, Billy menjelaskan bahwa pihaknya sedang mengupayakan negosiasi agar jadwal pengiriman bisa dipercepat. Hal ini dilakukan mengingat keterbatasan jatah tahunan yang diberikan untuk pasar Indonesia.
"Sekarang SPK Prelude sudah 237 unit. Berarti kalau konsumen mau pesan sekarang, harus nunggu sampai 2028, karena tiap tahun hanya dapat 100 unit," ungkapnya.
"Tapi kami terus berkoordinasi dengan principal supaya alokasi bisa dimajukan. Jadi konsumen bisa dapet lebih cepat," kata dia menambahkan.
Honda Prelude sendiri resmi diperkenalkan di Indonesia pada akhir bulan lalu dengan kisaran harga Rp 925 juta hingga Rp 975 juta on the road Jakarta. Kehadiran sedan yang diimpor utuh (CBU) dari Jepang ini menjadikan Indonesia sebagai negara pertama di kawasan Asia Tenggara yang memasarkannya. Sesuai jadwal, distribusi perdana kepada konsumen baru akan dilakukan secara bertahap mulai Mei mendatang.
