LANGIT7.ID-Keinginan untuk dipuji adalah sesuatu yang manusiawi. Kita senang ketika usaha dihargai, ketika kebaikan diakui. Namun jika tidak dijaga, rasa ingin dipuji bisa berubah menjadi tujuan utama, bahkan menggeser niat yang semula tulus karena Allah.
Tanpa sadar, kita mulai memilih kebaikan yang terlihat. Lebih bersemangat saat ada yang menyaksikan, lebih rajin saat ada yang memuji. Sebaliknya, ketika tidak ada perhatian, semangat pun perlahan memudar. Di sinilah hati perlu diawasi.
Rasulullah ﷺ mengingatkan bahwa amal yang paling berbahaya adalah yang tercampuri riya’, yaitu melakukan sesuatu agar dilihat manusia. Bukan berarti kita tidak boleh dikenal sebagai orang baik, tetapi jangan sampai penilaian manusia menjadi ukuran utama.
Hati yang bersih akan tetap tenang meski tidak dipuji. Ia tidak kecewa saat tidak disebut, tidak marah saat tidak dianggap. Karena ia tahu, Allah Maha Mengetahui apa yang tersembunyi di dalam dada.
Malam ini, mari bertanya pada diri sendiri: apakah kita masih semangat berbuat baik jika tidak ada yang tahu? Jika jawabannya mulai goyah, jangan putus asa. Perbaiki niat, kembalikan tujuan. Latih hati untuk merasa cukup dengan penilaian Allah saja.
Karena ketika hati terbiasa tidak mencari pujian, kita akan merasakan kebebasan yang luar biasa. Bebas dari beban pencitraan, bebas dari ketergantungan pada penilaian manusia. Dan di situlah keikhlasan perlahan tumbuh semakin kuat.(*/saf/Komunitas QM)
(lam)