Langit7, Jakarta - Kementerian Koperasi dan UKM (Kemenkop UKM) bersinergi dengan Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas) untuk meningkatkan kreativitas bagi para wirausaha produktif.
Ketua Bidang Manajemen Usaha Dekranas, Suzana Ramadhani mengatakan, sinergi tersebut merupakan wujud peran aktif Dekranas untuk mendorong tingkat entrepreneur di dalam negeri.
"Dekranas turut berperan dalam pengembangan Wastra, yakni dengan mendorong para pelaku UMKM untuk membentuk kelembagaan koperasi yang berfungsi sebagai agregator. Sehingga pelaku UMKM tidak lagi khawatir bila barang hasil produksi belum terjual sepenuhnya," kata Suzana, dalam keterangan tertulis, Rabu (13/10).
Baca juga: BSI Siap Fasilitasi KUR untuk Pendirian Pertashop di Pondok PesantrenSuzana yang juga istri Menkop UKM Teten Masduki ini menyebutkan, pandemi mendorong pelaku koperasi dan UMKM untuk beradaptasi dan bertransformasi. Pihaknya mendorong pelaku UMKM nasional untuk bisa memanfaatkan digitalisasi.
Hal itu menjadi penting untuk memperluas pemasaran produk. Bahkan banyak strategi promosi yang bisa dilakukan secara online.
"Dekranas mendorong para pelaku UMKM nasional untuk memanfaatkan dunia digital dalam mempromosikan produknya, karena digitalisasi sangat penting pada masa pandemi Covid-19 ini," jelas Suzana.
Melalui kegiatan ini, Dekranas ingin mendorong akses pasar dengan membuka peluang untuk bekerja sama. Melalui influencer andal, yang dapat menjembatani para pelaku UMKM dan stakeholder lainnya dalam mempromosikan kerajinan nasional melalui platform digital.
Di tempat yang sama, Deputi Bidang Kewirausahaan, Siti Azizah mengatakan, sinergi ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keahlian pelaku UMKM, khususnya di sektor wastra. Sehingga mereka dapat memanfaatkan teknologi digital untuk pemasaran produknya.
“Diharapkan dengan adanya pelatihan dan pendampingan pada acara ini, para peserta mempunyai keahlian tentang wastra. Didukung dengan kualitas dan desain motif yang bervariasi tetapi tetap mempertahankan identitas kearifan lokal serta menguasai manajemen pemasaran baik
offline maupun online,” ujarnya.
Baca juga: Tren Pendanaan Startup Meningkat, Menkominfo Berharap Indonesia Tambah Satu DecacornSelain itu, lanjut dia, sinergi ini juga diharapkan dapat mengembangkan produk kreatif lokal unggulan, serta memberikan kontribusi pada pariwisata yang berkualitas dan bernilai ekonomi tinggi. Sehingga dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi kreatif di Provinsi Jawa Tengah, khususnya di Kabupaten Magelang.
Kearifan lokal diperlukan untuk mengelola sumber daya alam atau manusia tanpa meninggalkan budaya. Hal itu dilakukan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi secara luas.
Baca juga: Dua Startup Indonesia Rebut Penghargaan G20 Innovation League 2021Dengan adanya Candi Borobudur sebagai Destinasi Wisata Super Prioritas, berbagai pelatihan yang dilakukan tersebut diharapkan dapat dimanfaatkan oleh para pelaku usaha di Jawa Tengah. Sebab, kolaborasi dan sinergi menjadi faktor penting dalam pengembangan usaha di era digital agar dapat naik kelas.
Adapun acara sinergi tersebut meliputi rangkaian kegiatan seperti seperti Sosialisasi KUR, Pelatihan Vocational untuk Usaha Mikro Sektor Pariwisata, Pelatihan
E-commerce, Pelatihan Marketing,
Coaching Clinic, Bimtek Kewirausahaan, Pelatihan Manajemen Ekspor, dan program strategis lainnya.
(zul)