LANGIT7.ID-California; Carlos Alcaraz harus bekerja keras untuk bisa melaju ke babak 16 besar Indian Wells Masters 1000 2026. Petenis Spanyol ini akhirnya menang atas petenis tangguh asal Prancis, Arthur Rinderknech, dengan skor 6-7(6), 6-3, 6-2. Pertandingan yang berlangsung selama 2 jam 15 menit ini sempat membuat khawatir karena Alcaraz mengalami sedikit masalah pada pergelangan kakinya, namun untungnya tidak berlanjut serius.
Rinderknech benar-benar memainkan strateginya dengan baik dan berhasil menekan Alcaraz, bahkan sempat unggul satu set dan satu break. Namun, petenis peringkat satu dunia ini menunjukkan jiwa juangnya yang khas dan berhasil membalikkan keadaan. Lawannya kali ini bermain dengan ritme cepat, memperpendek durasi reli, dan sangat efektif saat berada di net. Strategi itu berjalan mulus sampai akhirnya Alcaraz meningkatkan permainannya dan memaksakan gaya bermainnya sendiri untuk melaju ke babak berikutnya.
Rinderknech Rebut Set Pertama lewat TiebreakPertandingan dimulai dengan servis-servis kuat dari kedua pemain. Yang mengejutkan, justru Rinderknech yang pertama kali mengancam Alcaraz dengan mendapatkan break point di game keempat. Namun, Alcaraz merespons dengan ace di saat krusial untuk menyelamatkan peluang tersebut. Saat kedudukan 3-3, giliran Alcaraz yang memiliki kesempatan 15-40, tapi kali ini Rinderknech bermain agresif dan berani maju ke net untuk menyelamatkan game-nya.
Strategi Rinderknech jelas: membuat reli sependek mungkin dan terus menekan dari depan net untuk mengganggu ritme Alcaraz. Strategi ini berjalan sangat efektif. Rinderknech bahkan kembali mendapat peluang 15-40 saat kedudukan 4-3, namun lagi-lagi Carlos mampu menyelamatkannya dengan sebuah passing shot spektakuler yang membuat skor kembali sama. Banyak peluang break tercipta di kedua sisi, namun tak satu pun berhasil dikonversi hingga saat itu.
Ketatnya pertandingan akhirnya berujung pada tiebreak. Rinderknech menjalankan rencana permainannya dengan sangat baik dan berhasil membuat Alcaraz terdesak. Di tiebreak, Rinderknech unggul cepat berkat double fault Alcaraz dan dua pengembalian bola luar biasa yang membuatnya memimpin 5-2 dengan dua kali servis.
Saat set hampir hilang, Alcaraz mengeluarkan pukulan-pukulan terbaiknya untuk membalikkan keadaan secara dramatis. Ia berhasil memimpin 6-5 setelah meraih empat poin beruntun, namun sayangnya pukulan forehand-nya meleset tipis saat berada di set point. Rinderknech kemudian mengamankan dua servisnya dan unggul 7-6, merebut set pertama di luar dugaan banyak orang. Alcaraz kini harus bangkit jika ingin bertahan di turnamen.
Alcaraz Menangi Set Kedua, Pergelangan Kaki Jadi PerhatianSet kedua berjalan dengan awal terburuk bagi Alcaraz. Rinderknech langsung break di game pertama, membuat Alcaraz berada dalam posisi sulit. Kabar baiknya, keunggulan Rinderknech tidak bertahan lama. Carlos berhasil mengembalikan break di game berikutnya, diikuti teriakan lega yang seolah terdengar sampai ke Spanyol. Ia bahkan mendapat peluang 15-40 lagi di game selanjutnya, namun Rinderknech kembali mengandalkan servisnya untuk mencegah Alcaraz menjauh.
Alcaraz mulai lebih nyaman memegang servisnya, sementara setiap game servis Rinderknech selalu menghadirkan peluang break baru. Namun, break itu tak kunjung datang, dan pertandingan mulai memasuki game-game krusial. Saat unggul 3-2, Carlos kembali gagal memanfaatkan peluang 15-40, tapi akhirnya ia berhasil mendapatkan break yang dinanti-nantikan di percobaan ketiga. Sayangnya, kekhawatiran muncul saat ia terkilir pergelangan kakinya dan tampak kesakitan. Meski begitu, ia tetap mampu menutup set kedua dengan kemenangan 6-3 dan memaksa set penentuan.
Alcaraz Selesaikan Comeback Lawan RinderknechMelupakan masalah pergelangan kakinya, Alcaraz memulai set ketiga dengan sangat agresif. Ia langsung break servis Rinderknech di game pembuka dan mengonfirmasi break tersebut untuk unggul 2-0. Sejak saat itu, setiap kemenangan game disambut teriakan semangat Alcaraz kepada timnya. Ia tidak menemui banyak kesulitan saat melakukan servis. Level permainan Rinderknech menurun drastis karena kelelahan, sementara Carlos mulai merasakan pukulannya jauh lebih baik.
Hasilnya, Alcaraz kembali meraih break dan langsung mengonfirmasinya untuk unggul 5-1, sebelum akhirnya menutup pertandingan dengan kemenangan meyakinkan 6-2. Awal yang lambat berakhir dengan finis kuat, penuh perasaan positif. Dengan hasil ini, Carlos kini telah mengoleksi 14 kemenangan beruntun di tahun 2026, tetap tak terkalahkan dan selalu mampu melewati setiap tantangan. Di babak 16 besar Indian Wells, ia akan berhadapan dengan Casper Ruud, lawan yang hanya sekali bisa mengalahkannya dalam enam pertemuan terakhir.(*/saf/puntodebreak)
(lam)