Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Rabu, 22 April 2026
home sports detail berita

Servis Keras Antarkan Sabalenka Tumbangkan Osaka, Lolos ke Perempat Final Indian Wells

sururi al faruq Rabu, 11 Maret 2026 - 07:45 WIB
Servis Keras Antarkan Sabalenka Tumbangkan Osaka, Lolos ke Perempat Final Indian Wells
LANGIT7.ID-California; Pertarungan ini semula dijajaki sebagai duel sengit antar sesama juara Grand Slam empat kali. Namun, melihat jalannya pertandingan, mungkin tidak mengherankan jika petenis peringkat satu dunia saat ini mampu mengatasi mantan petenis nomor satu tersebut.

Bermain dengan servis presisi dan bertenaga pada Selasa (12/3) waktu setempat, Aryna Sabalenka berhasil mengalahkan Naomi Osaka dengan skor 6-2, 6-4 di ajang BNP Paribas Open. Kemenangan ini mengantarkannya ke babak perempat final yang diprediksi akan berlangsung sengit pada Kamis nanti, di mana ia akan berhadapan dengan pemenang laga antara unggulan keenam Amanda Anisimova dan unggulan kesepuluh Victoria Mboko.

Hasil ini sekaligus menjadi pembalasan Sabalenka atas kekalahan dari Osaka di pertemuan terakhir mereka di turnamen WTA yang digelar saat AS Terbuka 2018.

"Saya sangat senang dengan performa saya hari ini, cara saya memvariasikan permainan di lapangan, dan berhasil membuatnya terbanyak menerka-nerka arah bola," ujar Sabalenka kepada wartawan usai pertandingan. "Saya mencoba mengubah ritme dan memastikan bola kembali ke sisi lapangannya dengan kecepatan dan ketinggian yang berbeda. Saya pikir itulah kunci pertandingan ini."

Pertandingan yang digelar pukul 11.00 waktu setempat ini menyajikan statistik menarik. Sabalenka dan Osaka sama-sama telah memenangkan empat dari delapan gelar Australia Terbuka dan AS Terbuka dalam delapan edisi terakhir. Meski terpaut usia hanya tujuh bulan (Osaka lebih tua), masa kejayaan mereka di turnamen Grand Slam cukup berbeda. Osaka mendominasi dengan meraih gelar Grand Slam empat tahun beruntun sejak 2018 hingga 2021, sementara Sabalenka mengoleksi trofi Grand Slamnya dalam kurun tiga tahun terakhir, dari 2023 hingga 2025.

Gelar terakhir Osaka—terlepas dari kemenangannya di turnamen WTA 125 L'Open 35 de Saint Malo—adalah Australia Terbuka 2021. Setelah kembali berkompetisi pasca melahirkan pada tahun 2024, ia berhasil mencapai final di Auckland dan Montreal, serta semifinal di AS Terbuka.

Dalam konferensi pers usai laga, Sabalenka ditanya apakah ia merasakan intensitas ekstra saat menghadapi Osaka.

"Tidak juga," jawabnya. "Saya tidak memikirkan hal-hal seperti itu sebelum pertandingan. Saya hanya fokus pada diri sendiri dan rencana permainan yang sudah saya siapkan. Inilah yang saya pelajari dari pengalaman, lebih baik tinggalkan urusan di luar lapangan, dan saat di lapangan, Anda hanya perlu memberikan yang terbaik."

Osaka membuka pertandingan dengan servis as yang mengesankan, melesat dengan kecepatan 118 mil per jam, dan berhasil mempertahankan servisnya meski sempat menghadapi break point. Namun, Sabalenka kemudian melesat dengan memenangkan tiga game beruntun, terbantu oleh tiga kali kesalahan ganda (double fault) yang dilakukan Osaka di game ketiga.

Saat Osaka mulai menunjukkan perlawanan di set pertama, Sabalenka langsung meningkatkan kualitas servisnya. Hal ini terjadi berulang kali sepanjang laga.

Sabalenka memenangkan 39 dari 56 poin servisnya—persentase sangat baik yakni 70 persen—dan tidak sekalipun kehilangan servis (break). Ia menyelesaikan pertandingan dengan delapan servis as, dua di antaranya terjadi di game terakhir, dan tanpa melakukan satu pun kesalahan ganda. Sebaliknya, servis Osaka justru tiga kali dipatahkan (broken).

Dengan keunggulan mobilitas yang jelas, Sabalenka terus memaksa Osaka bergerak dari sisi ke sisi, membuka ruang untuk melancarkan berbagai macam pukulan winner. Pukulan-pukulan pendek (drop shot) juga terbukti efektif.

Pada game ketujuh set kedua, kedudukan imbang 3-3, Sabalenka merebut momentum dengan pukulan forehand winner keras yang membuat Osaka tak mampu mengembalikan bola. Keunggulan 4-3 terbukti menjadi keuntungan yang tak mampu dikejar Osaka.

Sabalenka, yang telah menduduki peringkat satu dunia dalam klasemen PIF WTA selama 73 pekan beruntun, sedang berada dalam rentetan performa konsisten yang luar biasa. Ia menjadi petenis pertama yang mencapai perempat final dalam 14 turnamen WTA beruntun (tidak termasuk WTA Finals) sejak Justine Henin mencatatkan 25 perempat final beruntun antara turnamen Charleston 2006 dan Miami 2008. Sejak 2025, Sabalenka dan Swiatek (yang masih bertahan di turnamen ini) tercatat sebagai petenis dengan pencapaian perempat final terbanyak, yakni 16 kali, memimpin di antara semua petenis putri.

"Secara keseluruhan, saya senang bisa memberikan tekanan begitu besar padanya," kata Sabalenka. "Saya pikir dia sedikit kebingungan di saat-saat kritis tadi. Saya senang melihatnya. Senang juga servis saya bekerja dengan baik. Pengembalian bola juga sangat bagus. Performa yang memuaskan, tentunya."(*/saf/wtatennis)

(lam)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Rabu 22 April 2026
Imsak
04:27
Shubuh
04:37
Dhuhur
11:55
Ashar
15:14
Maghrib
17:52
Isya
19:02
Lihat Selengkapnya
QS. Ali 'Imran:64 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ يٰٓاَهْلَ الْكِتٰبِ تَعَالَوْا اِلٰى كَلِمَةٍ سَوَاۤءٍۢ بَيْنَنَا وَبَيْنَكُمْ اَلَّا نَعْبُدَ اِلَّا اللّٰهَ وَلَا نُشْرِكَ بِهٖ شَيْـًٔا وَّلَا يَتَّخِذَ بَعْضُنَا بَعْضًا اَرْبَابًا مِّنْ دُوْنِ اللّٰهِ ۗ فَاِنْ تَوَلَّوْا فَقُوْلُوا اشْهَدُوْا بِاَنَّا مُسْلِمُوْنَ
Katakanlah (Muhammad), “Wahai Ahli Kitab! Marilah (kita) menuju kepada satu kalimat (pegangan) yang sama antara kami dan kamu, bahwa kita tidak menyembah selain Allah dan kita tidak mempersekutukan-Nya dengan sesuatu pun, dan bahwa kita tidak menjadikan satu sama lain tuhan-tuhan selain Allah. Jika mereka berpaling maka katakanlah (kepada mereka), “Saksikanlah, bahwa kami adalah orang Muslim.”
QS. Ali 'Imran:64 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)