LANGIT7.ID-Miami; Frances Tiafoe merasakan pahitnya kekalahan di perempat final Miami Open presented by Itau, Kamis (26/3). Meski kalah telak, petenis Amerika Serikat itu langsung memuji kualitas Jannik Sinner, lawannya yang kini menempati peringkat 2 dunia.
Tiafoe kesulitan tampil impresif sepanjang pertandingan yang berakhir 2-6, 2-6 itu. Sinner langsung mengambil kendali sejak awal. Petenis Italia yang tengah memburu gelar "Sunshine Double" usai menjuarai Indian Wells itu tak memberi Tiafoe celah sedikit pun untuk membalikkan keadaan.
"Dia adalah salah satu pemukul bola terbaik yang pernah ada dalam olahraga ini," kata Tiafoe, yang kini tertinggal 1-5 dalam rekor pertemuan dengan Sinner. "Tidak ada alasan… Dia pemain yang luar biasa. Saya memang sedang tidak dalam performa terbaik, tapi dia benar-benar membuat saya berada dalam posisi sulit. Saya bahkan tak sempat merasakan tekanan skor. Dia pemain yang hebat saat unggul, dan itu masalah terbesar hari ini—kehilangan servis di awal kedua set."
"Saya ingin pertandingan ini berjalan sedikit berbeda: mencapai kedudukan 3-3 atau 4-4 dan membuatnya merasakan sedikit tekanan dari sisi lain," tambahnya.
Tak mampu leluasa bertukar pukulan dari baseline, Tiafoe mengakui performanya sedang tidak prima. Namun ia langsung memberi kredit pada permainan Sinner yang tak kenal lelah menjaga kedalaman dan konsistensi pukulan, membuatnya terpaksa mengambil risiko lebih besar.
"Bisa melakukan hal yang sama berulang kali. Dia memukul bola sangat bersih dengan kedalaman yang luar biasa dan bergerak sangat baik," lanjut Tiafoe. "Dan dia melakukannya terus-menerus. Servisnya sebagian besar berada di kecepatan tinggi dan dia membuat lapangan terasa sempit dengan pergerakannya yang luar biasa."
"Tapi dia juga memukul bola dengan sempurna di setiap pukulan dan memainkan pola yang sama berulang kali. Jadi kamu merasa sedikit tertekan dan merasa harus bermain lebih ekstra. Dia benar-benar menguji pukulanmu. Ini pertemuan yang menarik," ujarnya.
Awal Musim yang PositifMeski kalah di perempat final Masters 1000 pertamanya sejak mencapai final Cincinnati tahun 2024, Tiafoe bisa menatap awal musim 2026 dengan kepala tegak. Ia meninggalkan Florida dengan catatan menang-kalah 17-7 tahun ini.
Petenis berusia 28 tahun itu mencapai final ATP 500 di Acapulco, babak keempat Indian Wells—di mana ia kalah dari petenis peringkat 4 dunia Alexander Zverev—dan perempat final Miami.
"Semua berjalan baik. Awal musim yang sangat, sangat bagus sejauh ini," kata Tiafoe. "Tentunya kamu harus tampil lebih baik lagi di pertandingan-pertandingan seperti ini. Saya bertemu beberapa pemain Top 5, Top 10 dan belum bisa tampil maksimal, tapi saya sangat puas dengan apa yang sudah saya capai."
Tiafoe kini naik ke peringkat 19 di PIF ATP Live Rankings—posisi tertingginya sejak awal September tahun lalu—dan kini mengalihkan fokus ke musim tanah liat.
Mantan petenis peringkat 10 dunia ini dijadwalkan tampil berikutnya di ATP 250 Houston, turnamen yang pernah ia juarai pada 2023 dan dua kali menjadi finalis dalam dua edisi terakhir. Turnamen tanah liat ini akan berlangsung pada 30 Maret hingga 5 April.
"Saya akan bermain di Houston. Saya cukup antusias untuk bermain di tanah liat, bisa menekan lawan dan bertarung," kata Tiafoe ketika ditanya tentang musim tanah liat yang akan datang. "Ini akan menyenangkan. Biasanya saya berpikir, 'Ini akan jadi perjuangan berat', tapi sekarang saya merasa sangat baik."
"Saya merasa prima secara fisik. Kondisi mental juga sangat baik. Saya memenangkan banyak pertandingan. Saya melewati beberapa laga gila. Saya rasa rangkaian turnamen di Amerika Utara ini sangat baik bagi saya, dari Meksiko hingga ke sini."
Gauff Lumat Muchova, Melaju ke Final Miami OpenCoco Gauff asal Amerika Serikat melaju mulus ke final Miami Open untuk pertama kalinya setelah mengalahkan Karolina Muchova dalam dua set langsung.
Petenis berusia 22 tahun kelahiran Florida itu hanya kehilangan dua game sepanjang pertandingan, menang dengan skor 6-1, 6-1 dalam waktu satu jam 30 menit.
Meskipun sempat kehilangan servis di game pertama, Gauff kemudian memenangkan 10 game beruntun untuk menguasai jalannya pertandingan melawan unggulan ke-13 asal Ceko tersebut.
Muchova juga pernah kalah dalam dua set langsung dari Gauff pada putaran keempat Australian Open tahun ini.
"Pertandingannya tidak semulus yang terlihat dari skor," ujar Gauff kepada Sky Sports.
"Saya tidak gugup, tapi setiap kali Anda bermain melawan lawan yang sama berkali-kali, sulit untuk terus melakukan hal yang sama sekaligus mencoba variasi baru. Hari ini, saya menemukan keseimbangan yang pas."
"Rasanya luar biasa bisa bermain di rumah. Saya bergantian menginap di rumah orang tua dan rumah saya sendiri, tergantung seberapa larut pertandingan selesai. Rumah orang tua sedikit lebih dekat, jadi menyenangkan bisa mendapat dukungan keluarga."
Kemenangan ini akan membawa juara dua Grand Slam tersebut naik ke peringkat ketiga dunia pekan depan, menggeser mantan petenis nomor satu dunia Iga Swiatek.
Gauff yang saat ini menempati peringkat keempat akan menghadapi pemenang pertandingan antara Aryna Sabalenka dan Elena Rybakina yang berlangsung Jumat malam.
"Saya belum pernah melawan keduanya tahun ini, jadi ini akan menjadi pertandingan yang bagus untuk mengukur posisi saya," tambahnya.
"Saya akan turun dengan keyakinan bahwa saya bisa menang."
(*/saf/atptour/bbc)
(lam)