LANGIT7.ID-Jakarta; Ada momen bersejarah di lingkungan Tentara Nasional Indonesia pada 26 Maret 2026. Di hadapan Panglima TNI, seorang perempuan menyandang pangkat Mayor Jenderal. Namanya Faridah Faisal. Ini benar benar sejarah baru.
Tapi bagi yang mengenalnya, kenaikan pangkat ini bukan sekadar penambahan bintang di pundak. Ini adalah puncak dari perjalanan panjang yang dimulai lebih dari tiga dekade lalu, ketika seorang perempuan asal Makassar lulus dari pendidikan militer dengan pangkat Letnan Dua Chk (K) pada 1992.
Kepala Pengadilan Militer Utama (Kadilmiltama) wanita pertama ini tak pernah berniat "melawan" dominasi pria di institusi militer. Ia justru memilih jalur yang lebih elegan: menunjukkan bahwa kemampuan tak mengenal gender.
Lulusan Sarjana dan Magister Hukum Universitas Hasanuddin ini membangun kariernya dari bawah. Bukan sekadar menjadi hakim militer, ia juga dipercaya dalam berbagai penugasan strategis, baik di dalam negeri maupun dalam forum kerja sama ikatan profesi hakim wanita internasional. Setiap penugasan ia jalani dengan pendekatan yang khas: tegas tapi humanis.
Ibu Tiga Anak di Tengah Tugas NegaraYang mungkin luput dari catatan resmi adalah bagaimana ia menjalani dua peran besar sekaligus. Di satu sisi, ia adalah perwira tinggi TNI AD dengan segudang tanggung jawab. Di sisi lain, ia adalah istri dan ibu dari tiga orang anak.
Keberhasilannya menjaga keseimbangan inilah yang membuat sosoknya begitu relevan, tidak hanya bagi prajurit wanita TNI, tapi juga bagi setiap perempuan Indonesia yang ingin berkarier tanpa mengorbankan keluarga.
Dilantik sebagai Kadilmiltama pada 9 Februari 2026 oleh Ketua MA RI Prof. Dr. Sunarto, S.H., M.H., Faridah kini memegang tanggung jawab besar: memimpin penegakan keadilan di lingkungan peradilan militer.
Namun perannya tak berhenti di sana. Ia juga menjadi pengambil kebijakan strategis dan pembina personel. Dalam setiap langkahnya, ia membuka jalan bagi generasi muda untuk berani bercita-cita tinggi—tanpa membiarkan gender menjadi pembatas.
Dengan pengalaman panjang sebagai hakim militer, Faridah Faisal telah membuktikan bahwa dedikasi, kerja keras, dan integritas bukan sekadar kata-kata. Mereka adalah resep untuk mencapai apa pun yang diimpikan.
Kini, dengan pangkat Mayor Jenderal di pundak dan jabatan strategis di tangan, ia kembali mengemban amanah. Sebuah amanah yang akan terus dijaganya, sebagaimana ia menjaga semua amanah sebelumnya selama 34 tahun berkarier.
Selamat dan sukses, Mayjen TNI Faridah Faisal. Semoga langkah ini menjadi keberkahan bagi Peradilan Militer dan inspirasi bagi perempuan Indonesia.(*/saf/suara bdsk)
(lam)