LANGIT7.ID-Madiun; Tiga dosen Program Studi Ilmu Kesejahteraan Sosial Universitas Muhammadiyah Madiun (UMMAD) resmi memperoleh sertifikasi kompetensi sebagai pekerja sosial profesional dari Kementerian Sosial Republik Indonesia.
Ketiga dosen tersebut adalah Muhammad Rifa'at Adiakarti Farid, M.A., Nuriel Endi Rahman, M.A., serta Muh. Ni'am, M.Kessos yang juga menjabat sebagai Kaprodi Ilmu Kesejahteraan Sosial FISIP UMMAD.
Rifa'at dinyatakan kompeten berdasarkan Surat Keputusan Direktur Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) Kemensos RI Nomor: 001/LSP/6/2025 tertanggal 19 Juni 2025. Nuriel meraih sertifikasi melalui SK Nomor 021/LSP/8/2025 tanggal 26 Agustus 2025. Sementara Muh. Ni'am memperoleh SK Nomor 022/LSP/8/2026 tanggal 26 Agustus 2026.
Nuriel Endi Rahman menjelaskan bahwa uji kompetensi pekerja sosial profesional dilaksanakan melalui tiga tahapan.
Tahap pertama adalah pendaftaran dengan mengisi formulir dan APL (Asesmen Portofolio Lapangan) yang berisi deskripsi pengalaman praktik. Tahap kedua berupa ujian kognitif secara daring melalui Zoom dengan 100 soal yang harus dikerjakan dalam 90 menit.
"Soal-soal dalam ujian berkaitan dengan teori-teori pekerjaan sosial dan pendekatan intervensi kepada klien," ungkap Nuriel.
Tahap terakhir adalah ujian wawancara daring yang menggali pengalaman praktik pekerjaan sosial peserta.
Upaya Pemenuhan Ketercukupan InstitusiMuh. Ni'am menyampaikan bahwa sertifikasi ini menjadi bagian dari upaya pemenuhan ketercukupan institusi penyelenggaraan pendidikan Ilmu Kesejahteraan Sosial.
"Ke depannya lebih banyak lagi dosen Ilmu Kesejahteraan Sosial yang bisa mengikuti sertifikasi profesi, sebagai bagian pengembangan pendidikan dan praktik profesi pekerjaan sosial," terang Muh. Ni'am.
Menurutnya, agenda ke depan akan ada penyelarasan kurikulum pendidikan S1 Ilmu Kesejahteraan Sosial, Pendidikan Profesi Pekerjaan Sosial, dan program S2.
Dengan capaian ini, Program Studi Ilmu Kesejahteraan Sosial UMMAD kini telah memiliki tiga dosen bersertifikasi pekerja sosial dari Kementerian Sosial RI.
Dua dosen UMMAD Raih Pendanaan Riset Dari KemdiktisaintekSementara itu, dua dosen Universitas Muhammadiyah Madiun (UMMAD) juga lolos seleksi penerimaan pendanaan penelitian dari Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan Kemdiktisaintek Tahun Anggaran 2026.
Mereka adalah dosen Prodi Ilmu Aktuaria UMMAD, Rhavida Anniza Andyani,M.Stat., serta Dr. Eny Pemilu Kusparlina,M.Kes, dosen Prodi Administrasi Kesehatan sekaligus Dekan Fakultas Ilmu Kesehatan UMMAD.
Judul proposal penelitian Rhavida yang mendapatkan pendanaan dari Kemdiktisaintek adalah Klasifikasi Wilayah Risiko Bencana Hidrometeorologi Daerah Madiun Berbasis K-Means dan Geographic Information System
Sedang proposal riset dari Dr Eny Pemilu Kusparlina yang lolos pendanaan adalah berjudul Determinasi Sosial Defisiensi Zinc Keratin Kesehatan Anak Usia Dini di Daerah Rawan Gizi Kurang: Kajian Sosiologi Kesehatan.
Ketua LPPM UMMAD, Prof.Ir. Sarjito menyampaikan rasa syukur dengan keberhasilan dua dosen UMMAD memperoleh hibah dana riset Dao Ditjen Riset dan Pengembangan Kemdiktisaintek.
Disampaikan Prof Sarjito, akibat adanya faktor internal dan eksternal negara semua perolehan hibah riset mendalami penurunan.
"Semoga ada pengumuman gelombang kedua. Sabar bagi yang belum dapat berita bagus," ujar Prof.Sarjito.
Rektor UMMAD, Prof. Dr. Sofyan Anif memberikan apresiasi atas keberhasilan para dosen dalam program yang sangat kompetitif ini. “Penelitian menjadi bagian penting dari tridarma perguruan tinggi, apalagi bagi Perguruan Tinggi Muhammadiyah yang mengemban caturdarma. Tumbuhnya budaya riset akan meningkatkan atmosfer akademik di UMMAD. Ini menjadi bagian penting transformatif menuju unggul,” ujarnya.
Sebagaimana diketahui dari puluhan ribu proposal, hanya tujuh belas persen yang lolos pendanaan.(**)
(lam)