LANGIT7.ID-Jakarta; Menjelang keberangkatan jamaah haji Indonesia, Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi memperkuat kesiapan operasional melalui konsolidasi internal dan koordinasi lintas pihak. Fokus utama diarahkan pada kesiapan sistem layanan dan petugas di lapangan agar seluruh proses berjalan tanpa hambatan.
Upaya ini dilakukan melalui pertemuan di Kantor Urusan Haji Jeddah pada Selasa (15/4). Agenda tersebut melibatkan unsur pimpinan dan jajaran teknis PPIH Arab Saudi untuk memastikan seluruh aspek layanan telah terkoordinasi dengan baik, termasuk kerja sama dengan pihak syarikah.
Dalam pertemuan itu, pembahasan mencakup kesiapan sumber daya manusia, pembagian tugas antar daerah kerja (daker), hingga penguatan koordinasi teknis dalam melayani jamaah. Selain itu, langkah mitigasi risiko juga disiapkan untuk mengantisipasi berbagai potensi kendala selama operasional berlangsung.
Rapat dipimpin Wakil Ketua PPIH Arab Saudi Budi Agung Nugroho bersama Staf Teknis Haji Jeddah Ilham Efendy. Hadir pula Sekretaris PPIH Arab Saudi Abduh Diyaurrahman serta kepala daerah kerja Abdul Basir, Ihsan Faisal, dan Khalilurrahman.
Abdul Basir menekankan pentingnya kesiapan petugas sebagai faktor penentu kelancaran layanan haji. “Koordinasi ini dilakukan untuk mematangkan persiapan menjelang kedatangan jamaah haji Indonesia gelombang pertama yang akan diberangkatkan pada 22 April 2026. Kami memastikan seluruh proses berjalan dengan baik, lancar, dan aman,” ujarnya dalam keterangan resmi, Kamis (16/4/2026).
Ia juga menegaskan bahwa pengecekan langsung di lapangan terus dilakukan untuk memastikan seluruh kesiapan operasional berjalan optimal.
(lam)