LANGIT7.ID-Jakarta; Dorongan agar penyelesaian konflik global dilakukan secara damai kembali menguat dalam forum Silaturahim Nasional Ormas Islam dan Halal Bihalal 1447 Hijriyah di Jakarta. Pendekatan dialog dinilai menjadi kunci utama dalam menjaga stabilitas dunia di tengah berbagai persoalan antarnegara.
Menteri Agama RI Nasaruddin Umar menegaskan bahwa jalur kekerasan bukan solusi dalam menyelesaikan konflik internasional. Ia menyebut dialog sebagai satu-satunya cara yang harus dikedepankan oleh semua pihak.
“Semua persoalan antarbangsa harus diselesaikan dengan mengedepankan dialog, bukan dengan kekerasan, apalagi perang,” ujarnya dalam acara Silaturahim Nasional Ormas Islam dan Halal Bihalal 1447 Hijriyah yang digelar di The Sultan Hotel Jakarta, dikutip Jumat (17/4/2026).
Selain menyoroti pentingnya dialog, Menag juga menekankan bahwa nilai kemanusiaan harus menjadi dasar dalam setiap upaya penyelesaian masalah global. Menurutnya, pendekatan ini relevan untuk menjawab berbagai tantangan, baik di tingkat nasional, regional, maupun internasional.
Baca juga: MUI Serukan Persatuan dan Perdamaian Dunia dalam Silaturahim Nasional“Yang paling utama adalah bagaimana semua pihak mengedepankan aspek kemanusiaan dalam menghadapi setiap persoalan,” katanya.
Dalam kesempatan yang sama, ia menyampaikan dukungan terhadap “10 Taujihat” yang dihasilkan oleh ormas-ormas Islam. Poin-poin tersebut dinilai mencerminkan perhatian terhadap beragam isu strategis yang sedang dihadapi.
Menag juga mengapresiasi pandangan Ketua Umum MUI yang mendorong Indonesia mengambil peran lebih aktif di tingkat global, khususnya dalam menjembatani dialog antarnegara.
Tak hanya itu, ia menilai sinergi antara ulama, pemerintah, dan masyarakat menjadi faktor penting dalam menjaga stabilitas nasional sekaligus memperkuat kontribusi Indonesia di dunia internasional. Dukungan masyarakat disebut sebagai elemen penting agar peran ulama dan umara dapat berjalan optimal.
“Dengan dukungan masyarakat, ulama dan umara dapat menjalankan perannya secara optimal dalam menghadapi berbagai tantangan,” kata dia.
Kegiatan bertema Bersatu dalam Ukhuwah untuk Keadilan dan Perdamaian Dunia tersebut digelar di Hotel Sultan, Jakarta Pusat, Rabu (15/4/2026) malam WIB. Dalam forum itu juga dibacakan 10 taujihat oleh perwakilan ormas Islam pendiri MUI, yakni Nizar Ali, Sahad Ibrahim, dan Syarfi.
(lam)