LANGIT7.ID-Beijing; Dalam rangkaian kunjungan kerja di Beijing, Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon, menggelar pertemuan dengan G.H.Y Culture & Media Group serta sejumlah pelaku budaya, sineas, aktor, dan praktisi industri drama dan film di Tiongkok 26/04. Pertemuan ini fokus pada penjajakan kerja sama yang lebih konkret antara industri perfilman Indonesia dan Tiongkok, termasuk peluang produksi bersama atau koproduksi dan penguatan ekosistem industri film kedua negara.
Dalam pertemuan tersebut, Menteri Kebudayaan menyampaikan bahwa industri film tanah air saat ini tengah berkembang pesat, dengan produksi yang mencapai sekitar 250 film pada tahun 2025 serta capaian penonton bioskop tertinggi dalam sejarah perfilman nasional. Ia menilai momentum ini menjadi peluang strategis untuk memperluas kolaborasi internasional, khususnya dengan Tiongkok yang memiliki industri film yang kuat dan berpengaruh. Menurutnya, hubungan budaya antara Indonesia dan Tiongkok yang telah terjalin sejak lama dapat menjadi sumber inspirasi yang kaya untuk dikembangkan menjadi berbagai karya audiovisual bersama.
“Indonesia dan Tiongkok memiliki hubungan budaya yang sangat panjang, bahkan jauh sebelum berdirinya republik modern. Jejak sejarah ini dapat menjadi sumber cerita yang menarik untuk dikembangkan menjadi film, drama pendek, dokumenter, maupun karya audiovisual bersama,” ujarnya dalam keterangan resmi, Senin (27/4/2026).
Menteri Kebudayaan juga menambahkan bahwa sejumlah tema memiliki potensi besar untuk diangkat secara kolaboratif, seperti kisah Laksamana Cheng Ho, akulturasi budaya masyarakat Tionghoa di Indonesia, hingga cerita-cerita kontemporer yang mencerminkan kedekatan kedua bangsa.
Di samping itu, G.H.Y Culture & Media Group turut menyambut baik peluang kerja sama yang ditawarkan dan menyatakan minat untuk menjajaki kolaborasi produksi bersama, termasuk pengembangan proyek di kawasan Asia Tenggara.
G.H.Y Culture & Media Group merupakan perusahaan yang bergerak di bidang produksi dan distribusi konten hiburan, termasuk film, drama, dan media digital, dengan jaringan kolaborasi di industri kreatif Tiongkok dan kawasan Asia. Perusahaan ini dikenal aktif mengembangkan proyek audiovisual lintas negara serta menjalin kemitraan strategis untuk memperluas jangkauan pasar regional dan global.
Turut hadir dalam pertemuan tersebut, Direktur Jenderal Diplomasi, Promosi, dan Kerja Sama Kebudayaan, Endah T.D. Retnoastuti; jajaran G.H.Y Culture & Media Group; serta perwakilan sineas dan pelaku budaya Tiongkok.
Pertemuan ini menegaskan komitmen Kementerian Kebudayaan dalam mendorong kemitraan strategis antara pelaku industri film Indonesia dan Tiongkok. Kolaborasi ini diharapkan tidak hanya memperluas akses pasar dan meningkatkan kualitas produksi, tetapi juga memperkuat diplomasi budaya serta memperkokoh posisi Indonesia dalam peta industri perfilman global.
(lam)