LANGIT7.ID-Jakarta; Di pasar skutik premium Thailand, Zontes 150X dan Honda PCX160 ibarat dua kepribadian yang sama-sama menarik, tapi jalannya berbeda. Keduanya jelas punya fitur lengkap dan kesan premium. Hanya saja, gaya berkendara dan filosofi di balik bodinya nggak bisa disamakan.
Secara garis besar, Zontes 150X lebih berani tampil beda. Ia mengusung teknologi melimpah dan desain futuristis yang sporty-agresif. Sementara PCX160 setia pada pendekatan matang: mengutamakan kehalusan, kenyamanan, dan kualitas berkendara ala maxi scooter premium khas Jepang.
Zontes 150X: Skutik Petualang Masa Kini yang Borong FiturZontes 150X dibekali mesin satu silinder 149,5 cc SOHC 4-klep, berpendingin cairan. Tenaganya 17,7 hp di 8.700 rpm, torsi 15,5 Nm di 6.500 rpm. Karakternya cukup responsif, apalagi di putaran bawah hingga menengah. Cocok banget buat lincaknya lalu lintas kota.
Dari sisi desain, Zontes ini juaranya. Tampilannya gagah, garis bodinya tajam, windshield-nya tinggi, aura matik besar futuristis langsung terasa. Beda jelas dari skutik premium kebanyakan.
Fitur? Lengkap luar biasa untuk kelas 150cc: panel TFT, keyless, traction control, TPMS, sampai konektivitas HP. Handling terasa lincah dengan ujung depan yang ringan. Kelebihan utamanya: nilai plus di fitur dan rasa mewah yang jarang ada di kelasnya.
Tapi perlu dicatat, dibanding Honda, soal kehalusan mesin dan ketahanan jangka panjang, masih ada yang ragu. Jaringan servis dan harga jual kembali di Thailand juga belum sekuat Honda. Harganya saat ini 74.800 baht atau sekitar Rp 40,9 jutaan.
Honda PCX160: Matik Premium yang Terasa Matang dan ApikPCX160 pakai mesin 157 cc SOHC 4-klep eSP+, pendingin cairan. Tenaga 15,8 hp di 8.500 rpm, torsi 14,7 Nm di 6.500 rpm. Yang bikin terkenal: mesinnya halus banget dan irit, cocok buat harian atau touring santai.
Karakter berkendaranya? Lembut, nyaman, tenaga mengalir linear. Bikin rileks saat macet-macetan atau jalan agak jauh. Desainnya elegan, premium, dengan siluet maxi scooter khas Honda. Posisi duduk santai, jok empuk, suspensi dan ergonomi fokus ke kenyamanan. Pokoknya terasa refined banget dibanding banyak kompetitor di kelas premium.
Fitur modern seperti Honda Smart Key, HSTC, ABS, USB charger, dan panel TFT bikin PCX160 tetap kompetitif—meskipun tipe termurah masih pakai layar LCD digital.
Keunggulan terbesarnya: kehalusan total, reliability, serta kualitas berkendara yang sangat matang. Bangunannya terasa premium, mesin minim getaran, biaya kepemilikan cenderung aman. Jaringan servis Honda di Thailand kuat, suku cadang gampang, nilai jual stabil.
Kekurangannya? Dibanding Zontes 150X, PCX160 memang tidak seekstrem pesaing China-nya dalam hal tampilan futuristis dan fitur meledak-ledak. Harganya berkisar 96.000–107.500 baht (sekitar Rp 52,5–58,8 jutaan).
Kesimpulan singkatKalau kamu pencari sensasi baru, suka fitur melimpah, dan ingin tampil beda dengan gaya futuristis agresif, Zontes 150X terasa menawarkan banyak hal dengan harga lebih ringan. Tapi kalau prioritasmu adalah kehalusan berkendara, ketenangan hati soal after-sales, dan nilai jual yang stabil, PCX160 tetap jadi pilihan yang dewasa dan sulit digoyang.(*/saf/ridertua)
(lam)