LANGIT7.ID-China; Denza Z, mobil konvertibel pertama di bawah sub-merek premium BYD, telah terlihat di China menjelang peluncuran globalnya pada bulan Juli. Penampakan di dunia nyata menunjukkan EV konvertibel ini dalam bentuk yang hampir siap produksi, dengan hanya kamuflase kecil pada lencana depannya.
Pertama kali diperkenalkan di Beijing Auto Show 2026, Denza Z akan tersedia dalam tiga versi: konvertibel, hardtop, dan edisi sirkuit. Gambar yang beredar menunjukkan varian hardtop dari Z, dan selotip di antara kaca depan serta atap mengisyaratkan proses pra-produksi yang masih berlangsung.
Z diluncurkan dengan lencana Denza biasa. Logo depan yang tertutup dalam penampakan ini mengisyaratkan sentuhan eksklusif untuk edisi khusus. Z juga terlihat dalam warna hitam. Pengumuman sebelumnya dari Denza dan BYD menampilkannya dalam warna biru dan hijau "Fiorentina".
Gambar tersebut juga menunjukkan Z bersama kendaraan BYD lainnya, seperti MPV Denza D9, dan BYD Shark, yang belum diluncurkan di China. Kemungkinan gambar itu diambil oleh seseorang dari internal di fasilitas BYD.
Seiring mendekatnya peluncuran Denza Z yang direncanakan di Goodwood pada bulan Juli, penampakan publik dari konvertibel ini diperkirakan akan lebih sering terjadi. Denza akan memprioritaskan pasar internasional terlebih dahulu, sementara pasar China akan menerima Z pada tanggal kemudian.
Lebih lanjut tentang Denza dan ZBerdampingan dengan Z9 GT, Denza Z akan berfungsi sebagai kendaraan unggulan merek ini. Mobil ini menawarkan total keluaran motor lebih dari 1000 hp, dan Denza mengklaim akan menyelesaikan akselerasi 0-100 km/jam dalam sekitar 2 detik. Seperti kendaraan unggulan BYD lainnya, Z akan dilengkapi dengan banyak teknologi terbaru perusahaan:
· Platform kontrol kendaraan tri-motor e3 (Yi San Fang)
· Suspensi aktif magnetorheological (MR) Disus-M dengan sensor jalan aktif
· Pengemudian terbantu God's Eye (DiPilot) 5.0
Denza memilih pendekatan yang berfokus pada sirkuit untuk desain eksterior Z. Model baru ini memiliki serangkaian penyesuaian aerodinamis untuk meningkatkan downforce. Saluran udara di kap yang fungsional juga hadir, mungkin untuk menyaingi Xiaomi SU7 Ultra.
Sementara pasar mobil sport EV China masih dalam tahap awal, beberapa bintang baru telah muncul, seperti FCB Formula X milik BYD, Cyberster dari MG, dan SSC SC-01 yang didukung Xiaomi dan menuju Eropa. Mobil-mobil ini tidak diharapkan untuk saling bersaing, melainkan berperan sebagai mainan para penggemar atau kendaraan unggulan merek.
Denza juga sangat membutuhkan kendaraan unggulan. Menurut China EV DataTracker, penjualan domestik telah menurun secara signifikan sejak awal 2026, dengan penurunan bulanan year-on-year sebesar 30-50%. Pada April 2026, merek ini nyaris mencapai angka 10.000 unit bulanan, dengan pengiriman 10.638 unit.
Namun, Z bukanlah konvertibel pertama BYD. Perusahaan pertama kali meluncurkan BYD S8 pada tahun 2009, sebuah konvertibel bertenaga bensin dengan banyak ciri gaya Mercedes-Benz. Penjualannya sangat buruk, dengan perkiraan total hanya 103 mobil terjual.(*/saf/carnewschina)
(lam)