Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Rabu, 24 Juni 2026
home global news detail berita

Rupiah Melemah ke Rp17.952 per Dolar AS, Berpeluang Bergerak hingga Rp18.020

nabil Rabu, 24 Juni 2026 - 16:44 WIB
Rupiah Melemah ke Rp17.952 per Dolar AS, Berpeluang Bergerak hingga Rp18.020
LANGIT7.ID-Jakarta; Nilai tukar rupiah kembali berada di bawah tekanan pada perdagangan Rabu (24/6/2026). Mata uang Garuda ditutup melemah 93 poin ke level Rp17.952 per dolar AS dari posisi penutupan sebelumnya di Rp17.859 per dolar AS.

Sepanjang perdagangan, tekanan terhadap rupiah sempat lebih dalam setelah mata uang domestik itu melemah hingga 105 poin sebelum akhirnya memangkas sebagian pelemahannya menjelang penutupan pasar.

Meski demikian, pasar masih mendapat sejumlah sentimen positif dari dalam negeri. Salah satunya datang dari keputusan MSCI yang menunda penilaian aksesibilitas pasar Indonesia hingga November 2026.

Peninjauan yang diperpanjang tersebut dilakukan setelah muncul kekhawatiran terkait aksesibilitas pasar Indonesia pada awal tahun ini. Sebelumnya, penyedia indeks global itu membekukan perubahan pada indeks ekuitas Indonesia pada Januari akibat persoalan investability.

Keputusan tersebut disambut positif pelaku pasar karena proses evaluasi terhadap status pasar Indonesia masih terus berjalan. Hasil peninjauan itu dinilai penting lantaran akan memberikan gambaran mengenai persepsi investor internasional terhadap kualitas, keterbukaan, dan efisiensi pasar modal Indonesia.

Dari sisi domestik, pemerintah juga mengalokasikan paket stimulus ekonomi senilai Rp26,34 triliun pada semester II 2026 sebagai langkah antisipatif menghadapi meningkatnya ketidakpastian global sekaligus menjaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional.

Paket kebijakan tersebut mencakup insentif perpajakan, dukungan bagi sektor transportasi, penguatan industri, hingga perluasan bantuan sosial. Langkah itu disiapkan untuk menjaga daya tahan ekonomi nasional di tengah perkembangan geopolitik internasional yang masih berpotensi memberikan tekanan terhadap perekonomian global.

Direktur PT Traze Andalan Futures sekaligus Pengamat Ekonomi, Mata Uang dan Komoditas Ibrahim Assuaibi mengatakan pasar merespons positif keputusan MSCI yang menunda penilaian aksesibilitas pasar Indonesia.

"Pasar merespon positif terhadap MSCI yang menunda penilaian aksesibilitas pasar Indonesia hingga November," ujar dia dalam keterangannya, Rabu (24/6/2026).

Menurut Ibrahim, proses evaluasi yang masih berlangsung akan menjadi salah satu perhatian utama pelaku pasar dalam beberapa bulan ke depan karena berkaitan dengan persepsi investor global terhadap pasar keuangan Indonesia.

Meski mendapat sentimen positif dari dalam negeri, rupiah masih dibayangi faktor eksternal yang mendorong penguatan dolar AS. Karena itu, pergerakan mata uang domestik diperkirakan masih fluktuatif dalam jangka pendek.

Ibrahim memperkirakan tekanan terhadap rupiah belum sepenuhnya mereda pada perdagangan berikutnya.

"Untuk perdagangan besok, mata uang rupiah fluktuatif namun ditutup melemah direntang Rp.17.950- Rp.18.020," ujar dia.

Dari pasar global, indeks dolar AS menguat pada perdagangan Rabu (24/6/2026). Penguatan tersebut terjadi setelah Washington memberikan keringanan sanksi selama 60 hari kepada Teheran pasca pembicaraan perdamaian awal yang memungkinkan Iran kembali menjual minyak.

Meredanya ketegangan di kawasan turut meningkatkan minat pelaku pasar terhadap aset-aset berdenominasi dolar AS. Namun demikian, sejumlah ketidakpastian masih membayangi, termasuk terkait inspeksi nuklir Iran dan akses terhadap dana Iran yang selama ini dibekukan.

Presiden AS Donald Trump pada Selasa menyatakan Iran telah menyetujui inspeksi nuklir tanpa batas waktu. Namun, Teheran membantah telah memberikan konsesi tersebut dalam proses negosiasi yang berlangsung.

Selain faktor geopolitik, dolar AS juga memperoleh dukungan dari meningkatnya ekspektasi pasar terhadap kebijakan Federal Reserve. Setelah pertemuan kebijakan pekan lalu dan komentar bernada agresif dari sejumlah pejabat bank sentral AS, pelaku pasar mulai memperkirakan peluang pengetatan kebijakan yang lebih besar.

Pasar saat ini memperkirakan probabilitas kenaikan suku bunga The Fed sekitar 70% pada September dan sepenuhnya memperhitungkan kenaikan suku bunga tambahan pada Desember.

Meski tidak ada data ekonomi penting AS yang dirilis pada Rabu, perhatian investor kini tertuju pada publikasi Indeks Harga Pengeluaran Konsumsi Pribadi Inti atau Core Personal Consumption Expenditures (PCE) yang akan dirilis Kamis.

Data inflasi pilihan Federal Reserve tersebut akan menjadi petunjuk penting bagi pasar untuk menilai arah kebijakan suku bunga AS ke depan.

Ke depan, pelaku pasar akan terus mencermati perkembangan data ekonomi AS, arah kebijakan The Fed, serta dinamika geopolitik global. Sementara itu, dari dalam negeri, implementasi stimulus ekonomi pemerintah dan perkembangan evaluasi MSCI terhadap pasar Indonesia akan menjadi faktor yang turut memengaruhi arah pergerakan rupiah dalam jangka pendek.

(lam)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Rabu 24 Juni 2026
Imsak
04:31
Shubuh
04:41
Dhuhur
11:59
Ashar
15:20
Maghrib
17:51
Isya
19:06
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Hadid:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
سَبَّحَ لِلّٰهِ مَا فِى السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِۚ وَهُوَ الْعَزِيْزُ الْحَكِيْمُ
Apa yang di langit dan di bumi bertasbih kepada Allah. Dialah Yang Mahaperkasa, Mahabijaksana.
QS. Al-Hadid:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan