LANGIT7.ID-, Malang -
Wakil Menteri Agama Romo Muhammad Syafi'i optimis akan peran pesantren dalam pemberdayaan masyarakat. Bahkan ia menilai pengembangan
koperasi pesantren sangat strategis dalam mewujudkan pemerataan kesejahteraan.
Hal tersebut disampaikan
Wamenag saat membuka Sarasehan Nasional Majelis Pesantren Dakwah Indonesia (MPDI) 2026 di Pondok Pesantren Daarul Ukhuwwah, Kabupaten Malang dengan tema "Bersama Dakwah dan Al-Qur'an Menguatkan Kemandirian Ekonomi Pesantren Berbasis Koperasi" di Malang, Jawa Timur, dikutip Selasa (30/6/2026).
Forum ini menjadi ajang bagi ratusan pengasuh pesantren untuk bertukar gagasan dalam memperkuat ekosistem ekonomi pesantren.
Romo Muhammad Syafi'i juga mengajak seluruh elemen pesantren untuk menjadikan koperasi sebagai sarana pemberdayaan yang mampu menghadirkan kesejahteraan dan keadilan bagi umat.
![Wamenag Optimis Koperasi Pesantren Strategis Wujudkan Pemerataan Kesejahteraan]()
(Wamenag Romo Muhammad Syafi'i)
Ia menambahkan bahwa koperasi bukan sekadar sebagai badan usaha, melainkan sebagai instrumen perjuangan ekonomi rakyat yang sarat dengan nilai gotong royong.
"
Koperasi pesantren dapat menjadi sarana yang sangat efektif untuk mewujudkan pemerataan kesejahteraan. Ini adalah wujud konkret semangat kebersamaan kita dalam membangun ekonomi yang berkeadilan dari lingkungan pesantren," tutur dia.
Kehadiran Direktorat Jenderal Pesantren, dijelaskan Romo Syafi'i sebagai wujud perhatian pemerintah agar pesantren dapat berkembang lebih optimal.
Baca juga: IKOSINDO Minta Dukungan Pemerintah, Koperasi Syariah Disebut Mampu Hadapi Krisis GlobalIa berharap, pesantren mampu menjadi ruang lahirnya generasi yang adaptif terhadap perubahan zaman, memahami fiqh pembangunan bangsa, serta memiliki daya saing di bidang ekonomi kerakyatan.
"Negara memandang pesantren sebagai mitra strategis dalam pembangunan bangsa. Indonesia Emas 2045 akan tercapai dengan hadirnya SDM yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga berkarakter kuat," tambahnya.
Wamenag lalu menyinggung komitmen pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto dalam mengelola kekayaan alam untuk kemakmuran rakyat. Semangat hilirisasi dan perbaikan tata kelola ekonomi nasional diharapkan mampu menginspirasi pesantren untuk lebih produktif dalam mengelola potensi yang ada.
"Kita sedang menata kembali ekonomi nasional agar memberikan nilai tambah yang lebih besar di dalam negeri. Semangat ini selaras dengan upaya pesantren dalam membangun kemandirian ekonomi, sehingga umat tidak hanya menjadi penonton, tetapi menjadi bagian dari penggerak ekonomi bangsa," tutup Romo Syafi'i.
Baca juga: Bangun Jaringan, Holding Koperasi Pesantren Potensial Bangun Ekonomi Umat(lsi)