Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Kamis, 25 Juni 2026
home wirausaha syariah detail berita

IKOSINDO Minta Dukungan Pemerintah, Koperasi Syariah Disebut Mampu Hadapi Krisis Global

tim langit 7 Kamis, 25 Juni 2026 - 14:43 WIB
IKOSINDO Minta Dukungan Pemerintah, Koperasi Syariah Disebut Mampu Hadapi Krisis Global
(Dok: Istimewa)
LANGIT7.ID-Jakarta; Di tengah ketidakpastian ekonomi global yang masih membayangi berbagai negara, Insan Koperasi Syariah Indonesia (IKOSINDO) mendorong pemerintah memberikan pengakuan dan legitimasi yang lebih kuat kepada koperasi syariah. Dukungan tersebut dinilai penting agar pertumbuhan ekonomi syariah semakin optimal, mudah diakses, dan memberikan manfaat lebih luas bagi kesejahteraan masyarakat.

Ketua PLT IKOSINDO, Wawan Wikasno, bahkan optimistis masa depan koperasi syariah Indonesia dalam lima hingga sepuluh tahun ke depan akan semakin menjanjikan. Menurutnya, potensi tersebut perlu ditopang oleh kolaborasi yang kuat antara pemerintah, pelaku usaha, dan gerakan koperasi syariah yang telah berkembang di berbagai daerah.

"Kami ingin pemerintah mendengar langsung bagaimana kontribusi nyata para pelaku koperasi syariah yang tersebar di seluruh pelosok Indonesia," kata Wawan dalam keterangannya, dikutip Kamis (25/6/2026).

Menurutnya, tantangan ekonomi global yang semakin kompleks tidak dapat dihadapi secara sendiri-sendiri. Karena itu, sinergi menjadi faktor penting untuk memperkuat ketahanan ekonomi nasional sekaligus memperbesar kontribusi ekonomi syariah terhadap pembangunan.

"Dalam perspektif Islam, sinergi dan kebersamaan merupakan fondasi penting dalam membangun kekuatan ekonomi umat. Tidak mungkin ekonomi kita tumbuh dengan baik apabila berjalan sendiri-sendiri. Islam mendorong umatnya untuk bersinergi, karena tangan Allah bersama jamaah (jama’ah)," ujarnya.

Wawan menilai koperasi syariah memiliki posisi yang semakin strategis pada masa ketidakpastian ekonomi dunia. Selain mengedepankan prinsip keadilan dan kemanusiaan, sistem ekonomi syariah juga menempatkan prinsip antaradhi minkum atau saling ridha sebagai landasan dalam setiap transaksi.

Komitmen tersebut tidak hanya diwujudkan melalui penguatan sektor ekonomi. IKOSINDO yang memiliki jaringan di berbagai wilayah Indonesia juga berkontribusi dalam pemberdayaan UMKM. Di sisi lain, Baitul Maal IKOSINDO aktif terlibat dalam berbagai kegiatan kemanusiaan, termasuk membantu penanganan bencana alam di sejumlah daerah.

Ke depan, IKOSINDO menyatakan akan terus memperjuangkan ekonomi kerakyatan yang berlandaskan konsep Islam Rahmatan lil 'Alamin. Untuk memperkuat ekosistem tersebut, organisasi ini mendorong kolaborasi antara koperasi syariah, pemerintah, dan pelaku usaha agar manfaat ekonomi dapat dirasakan lebih merata oleh masyarakat.

Upaya tersebut juga sejalan dengan nilai yang terkandung dalam Surah Al-Hasyr ayat 7, yakni agar kekayaan tidak hanya berputar pada kelompok tertentu saja.

Selain memperkuat ekosistem ekonomi syariah, IKOSINDO menegaskan organisasinya terbuka bagi seluruh pihak yang ingin berkontribusi dalam pengembangan ekonomi syariah nasional.

"IKOSINDO bukan hanya untuk lembaga keuangan syariah, tetapi bagi seluruh insan yang ingin bersama-sama membangun dan memperkuat ekonomi syariah Indonesia," kata Wawan.

Berbagai gagasan tersebut menjadi fokus pembahasan dalam Musyawarah Nasional (MUNAS) Ke-3 IKOSINDO Tahun 2026 yang dirangkaikan dengan Seminar Nasional pada 23–24 Juni. Forum yang digelar di Bogor itu mengangkat tema "Memperkuat Sinergi Profesionalitas dan Kolaborasi Koperasi Syariah dalam Menghadapi Krisis Global dan Mendorong Kemandirian Ekonomi Indonesia."

Wawan menjelaskan pemilihan Bogor sebagai lokasi penyelenggaraan dilakukan karena kawasan tersebut berdekatan dengan ibu kota negara. Dengan demikian, gaung dan dampak strategis kegiatan diharapkan dapat menjangkau masyarakat, pelaku usaha, dan para pemangku kepentingan di tingkat nasional.

Agenda tersebut dihadiri 207 peserta dan tamu undangan dari berbagai provinsi. Selain dari Pulau Jawa, peserta juga datang dari Sumatra Utara, Sumatra Barat, Kalimantan, hingga Nusa Tenggara Barat (NTB).

Melalui Seminar Nasional yang menjadi bagian dari rangkaian kegiatan, para peserta memperoleh wawasan terkait peningkatan kapasitas sumber daya manusia dan profesionalisme kelembagaan. Momentum itu juga dimanfaatkan untuk memperluas silaturahmi sekaligus membuka peluang jejaring bisnis.

Pesan utama yang mengemuka dalam seminar tersebut adalah bahwa pelaku ekonomi syariah harus tangguh, tidak hanya dari sisi modal finansial, tetapi juga kuat dalam modal ilmu dan pemahaman syariah.

(lam)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Kamis 25 Juni 2026
Imsak
04:31
Shubuh
04:41
Dhuhur
11:59
Ashar
15:20
Maghrib
17:52
Isya
19:06
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Ikhlas:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ هُوَ اللّٰهُ اَحَدٌۚ
Katakanlah (Muhammad), “Dialah Allah, Yang Maha Esa.
QS. Al-Ikhlas:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan