Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Senin, 20 Juli 2026
home sports detail berita

Dahsyat! Tiket Menit Terakhir Final Piala Dunia Spanyol vs Argentina Dibanderol Mulai Rp163-987 Juta

sururi al faruq Ahad, 19 Juli 2026 - 12:36 WIB
Dahsyat! Tiket Menit Terakhir Final Piala Dunia Spanyol vs Argentina Dibanderol Mulai Rp163-987 Juta
(Dok: Istimewa)
LANGIT7.ID-New York; Tiket dadakan untuk menyaksikan Lionel Messi dan Argentina berhadapan dengan Lamine Yamal serta Spanyol di final Piala Dunia FIFA dibanderol mulai Rp163 juta hingga Rp978 juta (rentang US$10.000–US$60.000).

Situs resmi penjualan ulang tiket FIFA pada Sabtu pagi mencantumkan tiket termurah seharga Rp104,5 juta (US$6.411,25) untuk kursi di tingkat tengah di belakang gawang. Tiket tersebut habis sebelum siang.

Tiket di sudut tribun atas dijual hampir Rp163 juta (US$10.000). Untuk mendapat kursi lebih dekat ke lapangan, pembeli harus merogoh kocek sekitar Rp261 juta (US$16.000), atau hingga hampir Rp978 juta (US$60.000) untuk kursi perhotelan khusus.

Platform lain seperti SeatGeek dan StubHub juga mencantumkan tiket tribun atas mulai sekitar Rp163 juta (US$10.000), dengan sejumlah kursi di tribun bawah mendekati Rp571 juta (US$35.000).

Bagi sebagian orang, harga itu mungkin sepadan untuk menyaksikan Messi—yang dianggap banyak orang sebagai pemain terbaik sepanjang masa—memburu sejarah melawan Yamal, salah satu bintang muda paling bersinar di sepak bola.

Argentina akan bermain untuk gelar keempat secara keseluruhan dan kedua secara beruntun. Tak ada negara yang memenangkan Piala Dunia beruntun sejak Brasil pada 1958 dan 1962. Spanyol sendiri meraih gelar pada 2010.

Messi, yang sejauh ini mencatatkan delapan gol dan empat assist, akan tampil di final Piala Dunia ketiganya setelah mencapai babak ini pada 2014, 2022, dan kini 2026. Ia saat ini sejajar dengan Kylian Mbappé dalam perebutan Sepatu Emas Piala Dunia 2026, sementara Argentina berupaya menjadi juara beruntun.

Spanyol dan Argentina sebenarnya dijadwalkan bertemu di Finalissima sebelum Piala Dunia, tetapi pertandingan—yang rencananya digelar di Qatar pada Maret—dibatalkan karena konflik di Timur Tengah.

Aymeric Laporte: Argentina Sering 'Tinggalkan Sesuatu' pada Lawan

Menjelang final Piala Dunia Minggu ini, bek Spanyol Aymeric Laporte menyindir bahwa Argentina kerap menggunakan "taktik agresif" dalam pertandingan.

Berbicara kepada publikasi Spanyol Marca, Laporte ditanya apakah ia khawatir dengan "agresivitas" Argentina.

Ia menjawab: "Saya sama sekali tidak khawatir dengan agresivitas dalam sepak bola. Jika itu ditoleransi dan wasit menjalankan tugasnya, saya tak ada masalah. Memang benar dalam beberapa pertandingan terakhir kami melihat hal-hal yang sangat mengejutkan kami, aksi-aksi yang luput dari hukuman.

"Terutama dengan Argentina, yang merupakan tim yang sering 'meninggalkan satu' (tekel keras) di lapangan. Itu seharusnya tidak dibiarkan dalam sepak bola, terutama di kompetisi sebesar ini, karena bisa mengganggu keseimbangan dan membuat emosi.

"Menjadi tugas wasit untuk mengendalikan hal-hal ini agar tidak dimanfaatkan. Jika satu atau dua pemain bisa melakukan itu, pertandingan akan lepas kendali.

"Sejak awal turnamen, kami adalah tim yang cukup fair dalam hal itu. Kami tidak berkeliling memukul lawan atau melakukan pelanggaran gila-gilaan. Dan saya percaya itulah yang harus kami lakukan di pertandingan ini. Tapi ya, itu benar-benar akan sangat bergantung pada kepemimpinan wasit."

Laporte lalu ditanya apakah tim Spanyol telah membahas soal taktik "agresif" Argentina di ruang ganti.

"Ya, kami sudah membicarakannya. Masalahnya, itu sebenarnya bukan urusan kami," ujarnya.

"Harus ada seseorang yang mengendalikan aksi-aksi ini dan memastikan kami bermain sepak bola, bukan yang lain. Bahwa satu atau dua pemain tidak melakukan hal-hal tertentu."

Argentina memang mendapat kritik dari sejumlah pihak yang menilai La Albiceleste diuntungkan oleh kepemimpinan wasit dalam pertandingan-pertandingan mereka.

Kapten dan ikon Argentina, Lionel Messi, baru-baru ini membalas para kritikus tersebut.

"Kami adalah yang terbaik selama empat tahun terakhir, baik kalian suka atau tidak, dan apa pun kata orang," kata Messi setelah kemenangan semifinal atas Inggris.

"Sekali lagi, kami telah membuktikan diri sebagai salah satu dari dua tim terbaik di dunia. Itu membuktikan bahwa semua yang kami lakukan bukan kebetulan dan tidak ada yang diberikan begitu saja kepada kami.

"Mencapai dua final Piala Dunia beruntun adalah sesuatu yang sangat jarang diraih, dan kelompok ini berhasil melakukannya. Jika kami kalah dari Inggris, akan ada orang-orang yang keluar mengoceh omong kosong, tapi kami tidak memberi mereka kesempatan."

Spanyol akan berhadapan dengan juara bertahan dunia di Stadion MetLife di East Rutherford, New Jersey, pada Minggu pukul 15.00 waktu setempat (Senin dini hari WIB).(*/saf/espn)

(lam)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Senin 20 Juli 2026
Imsak
04:35
Shubuh
04:45
Dhuhur
12:03
Ashar
15:24
Maghrib
17:57
Isya
19:09
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Ikhlas:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ هُوَ اللّٰهُ اَحَدٌۚ
Katakanlah (Muhammad), “Dialah Allah, Yang Maha Esa.
QS. Al-Ikhlas:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan