Langit7, Solo - Reptil merupakan salah satu jenis hewan yang cukup diminati bagi kalangan pehobi. Reptil sering dijadikan peliharaan, dikarenakan tergolong hewan eksotis yang masih jarang dimiliki oleh banyak orang.
Prospek bisnisnya pun masih terbuka luas. Pasalnya, peminat reptil masih terus bertumbuh di berbagai kalangan.
![Prospek Bisnis Menjanjikan dari Budi Daya Hewan Reptil]()
Melihat adanya peluang yang baik, hal itu dimanfaatkan oleh Galuh, milenial asal Solo. Dengan memanfaatkan media sosial untuk memasarkan reptilnya, ia mengaku dapat lebih mudah menyasar calon pembeli yang berasal dari kalangan pehobi.
"Aku biasa pasarkan di Facebook, Instagram, dan YouTube. Intinya harus inovatif dan kreatif dalam pemasaran ini," jelasnya dikanal Youtube Tanilink TV.
Baca juga: Realisasai PEN Capai Rp60,31 Triliun untuk Insentif Dunia UsahaDalam budi daya reptil tersebut, Galuh memanfaatkan lahan kosong milik keluarganya. Di sana, ia membudi dayakan iguana dan kura-kura.
![Prospek Bisnis Menjanjikan dari Budi Daya Hewan Reptil]()
Menurutnya, reptil termasuk jenis hewan yang tidak rewel, khususnya dalam hal perawatan. Apalagi, reptil memang tidak perlu diberi pakan setiap hari, sehingga pembersihan kandang juga bisa dilakukan dalam periode waktu yang lebih lama.
"Rata-rata di sini bisa panen sekitar 150 butir telur kura-kura yang menetas, dengan kisaran harga Rp20-150 ribu. Sementara untuk iguana tergantung musim kawin, dengan harga biasanya Rp300-600 ribu," jelasnya.
Baca juga: Wapres Libatkan Santri Dalam Pembangunan Ekonomi dan Keuangan SyariahKendati demikian, sebagai peternak reptil, Galuh mengeluhkan permainan harga di pasaran yang tidak terlalu stabil. Pasalnya, reptil impor terkadang mempengaruhi peternak lokal dari segi patokan harga jual.
Walaupun begitu, ia menyebutkan peluang usaha budi daya reptil ini cukup menggiurkan. Untuk itu, ia masih terus berusaha mengembangkan usanya ini dengan menyiapkan berbagai siapa indukan berkelas.
(zul)