LANGIT7.ID-, NTT -
Gempa bumi berkekuatan magnitudo (M) 7 yang mengguncang wilayah NTT pada Sabtu, 15 Agustus 2026 menghancurkan rumah warga, infrastruktur dan bangunan lainnya, serta menelan korban jiwa.
Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena (Melki Laka Lena) bersama pemerintah pusat, Pemerintah Provinsi NTT, TNI-Polri, BUMN, serta pemerintah kabupaten terdampak mengikuti Rapat Koordinasi Penanganan Bencana Gempa Bumi Flores yang dipimpin Menko PMK Pratikno di Labuan Bajo, Manggarai Barat.
Rapat yang dihadiri Mendagri Tito Karnavian, Menteri PU Dody Hanggodo, Kepala BNPB Suharyanto, Kepala Basarnas Mohammad Syafii, serta jajaran terkait, Gubernur NTT melaporkan kondisi delapan kabupaten di daratan Flores.
"Wilayah yang membutuhkan dukungan segera adalah Manggarai, Manggarai Timur, dan Nagekeo, karena terdapat korban jiwa dan kerusakan cukup besar," ujar Melki, dikutip dari akun Instagram miliknya, @melkilakalena.official, Minggu (16/8/2026).
Baca juga: Pemprov NTT Tetapkan Status Tanggap Darurat Bencana Gempa Bumi Selama 14 HariMelki menambahkan, wilayah-wilayah terdampak bencana membutuhkan bantuan mendesak meliputi tenda pengungsian dan posko, beras dan bahan makanan, makanan siap saji, obat-obatan, selimut, tikar, serta air mineral. Masyarakat masih memilih berada di luar rumah karena gempa susulan dan kekhawatiran terhadap kondisi bangunan.
"Saya meminta bantuan segera digeser melalui helikopter maupun jalur darat begitu akses memungkinkan. Nagekeo menjadi perhatian khusus karena komunikasi sulit, sementara kelistrikan hampir terputus total. PLN dan Telkomsel diminta mempercepat pemulihan listrik dan jaringan komunikasi," ungkapnya.
Selain itu, berdasarkan laporan bahwa akses melalui Reo juga perlu segera dipastikan, termasuk kondisi pelabuhan untuk mendukung masuknya KRI dr. Soeharso dan distribusi bantuan menuju Manggarai Timur.
Sebagai langkah cepat tanggap lainnya, pemerintah mempercepat pendataan kerusakan bangunan sebagai dasar penanganan hunian sementara dan perbaikan rumah masyarakat. Posko Pendampingan Nasional dipusatkan di Labuan Bajo, sementara posko taktis dibuka di Maumere.
"Keselamatan masyarakat menjadi prioritas utama. Pemerintah berkomitmen untuk bergerak cepat memastikan keselamatan warga, membuka akses, mempercepat distribusi bantuan, serta memulihkan listrik dan komunikasi," imbuhnya.
Baca juga: Atasi Kendala Akses Gempa NTT, BNPB Siagakan Armada Udara untuk Distribusi BantuanHingga Minggu (16/8) sore, tercatat berdasarkan data dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) total korban meninggal dunia akibat gempa berjumlah 53 jiwa.
Rinciannya sebagai berikut:
- Kabupaten Manggarai Barat: 1 jiwa
- Manggarai Timur: 20 jiwa
- Kabupaten Manggarai: 25 jiwa
- Nagekeo: 1 jiwa
- Sikka: 4 jiwa
- Ende: 2 jiwa
"Untuk korban luka yang saat ini sedang dirawat di faskes terdekat, total berjumlah 135 jiwa, terdiri di Sikka 12 jiwa, Manggarai 17 jiwa luka berat, 20 jiwa luka ringan, Manggarai Timur 21 jiwa luka berat, 59 jiwa luka ringan, Manggarai Barat 6 jiwa luka berat," jelas Deputi Bidang Pencegahan BNPB Abdul Muhari dalam konferensi pers, Minggu (16/8).
(lsi)