LANGIT7.ID-, Jakarta - - Ulama
Habib Rizieq Shihab meminta pemerintah untuk membubarkan
organisasi kemasyarakatan (ormas) bergaya
preman yang menggunakan kekerasan dalam tindakannya.
Pernyataan ini disampaikan Habib Rizieq usai
aksi demonstrasi 27 Agustus yang berujung rusuh dan menyebabkan seorang warga sipil, Bambang Setiawan meninggal dunia.
Seruan tersebut kemudian dikaitkan dengan polemik seputar GRIB Jaya yang belakangan menjadi perhatian masyarakat.
Dalam sebuah acara, Rizieq mengaku terkejut dengan adanya kelompok yang disebutnya membawa bambu dan melakukan kekerasan terhadap warga.
Baca juga: Bertemu Habib Rizieq, Raffi Ahmad Ingin Majelis Taklim Jadi Tempat Diskusi Konstruktif“Kaget saya. Ada preman lima truk dengan bambu runcing. Rakyat digebuki, warga dikejar-kejar sampai ke rumahnya.” kata Habib Rizieq dalam video yang beredar di media sosial, dilihat Jumat (4/9/2026).
Rizieq kemudian menyinggung dugaan masuknya kelompok tersebut ke permukiman warga. Menurut dia, sejumlah warga menjadi korban kekerasan, termasuk seorang pria berusia 60 tahun yang disebutnya bernama Bambang Setiawan.
“Ternyata betul. Mereka masukin preman ke kampung-kampung. Orang diseret seenaknya. Ada Bambang Setiawan, 60 tahun, pedagang cermin, nggak tahu apa-apa. Diseret, ditelanjangi, digebuki sampai mati.” tambahnya.
Ia juga menyebut seorang siswa Madrasah Aaliyah kelas tiga turut menjadi korban pemukulan.
Dalam kesempatan tersebut, Rizieq secara khusus meminta Presiden dan para menteri terkait mengambil tindakan terhadap organisasi yang disebutnya sebagai ormas preman.
“Jangan mancing. Preman-preman di Jakarta jangan sok jago. Maka itu saya minta kepada Bapak Presiden begitu juga menteri-menteri terkait, organisasi preman tersebut bubarkan! Dia hanya mengganggu ketenangan masyarakat.”
Ia juga mendesak agar pimpinan kelompok yang melakukan kekerasan ditangkap dan diproses secara hukum.
Baca juga: Habib Rizieq Pimpin Reuni 212, Gibran dan Anies Tak Masuk Daftar Undangan“Pimpinannya tangkap dan jebloskan ke penjara! Jangan kalau nangkap kiai cepat, nangkep ustadz cepat, nangkap habib cepat, nangkap santri cepat. Nangkap preman takut.”
Ia menegaskan tidak ingin kelompok yang disebutnya sebagai preman kembali memasuki permukiman dan mengganggu masyarakat.
“Di sini saya sudah tegaskan pada warga, khususnya Ibukota Jakarta. Kita nggak mau lagi lihat preman-preman kurang ajar masuk ke kampung-kampung, mengganggu warga.”
Pernyataan tersebut muncul di tengah sorotan terhadap kerusuhan aksi demonstrasi 27 Agustus 2026. Dalam narasi yang beredar, ormas Gerakan Rakyat Indonesia Bersatu (GRIB) diduga terkait dengan kelompok yang melakukan kekerasan dalam rangkaian kerusuhan tersebut.
Namun, dugaan keterlibatan GRIB perlu dibedakan dari pernyataan Rizieq. Kutipan yang disampaikan di atas tidak secara eksplisit menyebut GRIB sebagai organisasi yang harus dibubarkan.
Karena itu, tuduhan mengenai keterlibatan GRIB sebaiknya tetap disebut sebagai dugaan sampai terdapat keterangan resmi atau bukti yang telah terverifikasi dari aparat penegak hukum.
(est)